KURBE dan NIA Diharap Dorong Pertumbuhan Ekspor Nasional

Rabu, 01 Juni 2016 - 04:55 WIB
KURBE dan NIA Diharap...
KURBE dan NIA Diharap Dorong Pertumbuhan Ekspor Nasional
A A A
SEMARANG - Dalam rangka menggali potensi Ekspor Nasional dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Indonesia Eximbank atau lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia mengeluarkan program Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE).

Program tersebut merupakan fasilitas pembiayaan untuk para pelaku usaha dengan skala mikro kecil dan menengah, yang berorientasi ekspor dalam memperoleh akses pembiayaan dengan suku bunga yang relatif murah dibandingkan skema komersial.

Dewan Direktur Indonesia Eximbank, Susiwijono mengatakan, fasiltas yang disediakan oleh Indonesia Eximbank berupa kredit modal kerja ekspor (KMKE) dan kredit investasi Ekspor (KIE).

“Jangka waktu fasilitas untuk KMKE maksimal tiga tahun dan Kie maksimal lima tahun. Tingkat suku bunga yang dinikmati pelaku UMKM berorientasi ekspor adalah 9% efektif per tahun,” katanya disela-sela kegiatan sosialisasi NIA dan KURBE di Semarang, Selasa (31/5/2016).

Untuk plafon kredit KURBE maksimal adalah Rp50 miliar. Dengan rincian, untuk usaha mikro maksimal Rp5 miliar, kecil Rp25 miliar dan menengah sampai Rp50 miliar.

Dia menjelaskan, upaya untuk mendorong peningkatan ekspor tersebut dilakukan karena sampai saat ini masih terjadi perlambatan ekonomi terutama di negara-negara tujuan ekspor ditambah lagi harga komoditas global yang masih rendah.

“Ekspor kita tahun 2015 turun 14%, kemudian pada Januari-April 2016 turun 13,6%, ini menjadi warning sehingga kami harus mendorong ekspor,” ucapnya.

Melalui program KURBE diharapkan dapat menjadi stimulus untuk meningkatkan volume ekspor nasional, memberikan daya saing produk ekspor yang berbasis ke rakyat dan meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk ekspor.

Sisi lain, kata dia, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.08.2015, Eximbank juga mendapatkan penugasan khusus atau National Interest Account (NIA).

Penugasan khusus tersebut adalah menyediakan pembiayaan, penjaminan dan asuransi terhadap transaksi ekspor yang sulit dilakukan tetapi penting untuk negara namun tidak bisa dibiayai oleh bank komersial. Untuk penugasan khusus ini, pemerintah mengalokasikan dana dari APBN sebesar Rp2triliun.

“Contohnya ketika ada eksportir yang membuka pasar baru dimana banyak orang yang tidak berani berdagang di sana karena takut risiko dan kesulitan mendapatkan pembiayaan, kami akan biayai,” katanya.

Dalam konteks ketahanan usaha, Eximbank akan membantu perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor yang mengalami kesulitan.

“Badan Usaha atau perorangan yang berorientasi ekspor dengan omset per tahun paling banyak Rp500 miliar dan memiliki tenaga kerja setidaknya 50 orang, serta mengalami perlambatan ekspor dalam setahun terakhir bisa mengajukan aplikasi pembiayaan ini,” jelasnya.

Direktur Pelaksana II Indonesia Eximbank, Isnen Sutopo menambahkan, komoditas yang bisa mendapatkan pembiayaan, penjaminan atau asuransi antara lain, produk olahan ikan, alas kaki, furnitur, olahan kayu, serta tekstil dan produk tekstil.

“Dengan dukungan pada modal kerja yang kompetitif diharapkan pelaku usaha dapat bertahan tanpa harus melakukan pengurangan tenaga kerja,” tambahnya.

Dia menyatakan, dua kebijakan ini terdapat dalam paket kebijakan yang sudah diluncurkan oleh Pemerintah. Untuk NIA atau penugasan khusus ini ada di paket kebijakan ekonomi keempat dan KURBE ada di paket 11.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Cetak Eksportir, Eximbank...
Cetak Eksportir, Eximbank Indonesia Gelar Pelatihan dan Pendampingan
Soal Kredit Macet LPEI,...
Soal Kredit Macet LPEI, Pengamat: Kualitas Pengawasan Bermasalah
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
Porsi Kredit Perbankan...
Porsi Kredit Perbankan Indonesia ke UMKM Salah Satu yang Terkecil di ASEAN
Gandeng Eximbank, BNI...
Gandeng Eximbank, BNI Dukung Pembiayaan Ekspor UMKM Rp25 Miliar
OJK Siap Longgarkan...
OJK Siap Longgarkan Aturan Batas Maksimum Kredit Di Masa Pandemi
Berita Terkini
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
10 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
2 jam yang lalu
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
3 jam yang lalu
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
3 jam yang lalu
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved