Wall Street Naik Tipis meski Data Manufaktur Global Kurang Baik

Kamis, 02 Juni 2016 - 08:03 WIB
Wall Street Naik Tipis...
Wall Street Naik Tipis meski Data Manufaktur Global Kurang Baik
A A A
NEW YORK - Wall Street ditutup naik tipis meski data manufaktur global tidak membaik, penjualan mobil Amerika Serikat (AS) melemah dan inflasi sebagai petunjuk tentang kenaikan suku bunga berikutnya oleh Federal Reserve (The Fed).

Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/6/2016), Indeks Dow Jones industrial average naik 2,47 poin atau 0,01% ke level 17.789,67, Indeka S&P 500 naik 2,37 poin atau 0,11% ke level 2.099,33 dan Nasdaq Composite naik 4,20 poin atau 0,08% ke level 4.952,25.

Aktivitas manufaktur global bulan lalu dengan produksi pabrik dari Asia, Eropa dan Amerika hampir tidak membaik. Namun, indeks saham AS pulih dari penurunan selama sesi setelah laporan menunjukkan bahwa manufaktur AS pada Mei tumbuh untuk bulan ketiga secara berturut-turut. Saham juga meningkat karena harga minyak mengalami kerugian.

Sebuah gambaran yang lebih lengkap dari perekonomian dengan laporan kerja ADP hari ini dan data payrolls besok. "Ada kelimpahan data ekonomi pekan ini bahwa investor bingung tentang cara untuk mencerna," kata Jonathan Corpina, managing partner senior untuk Meridian Equity Partners di New York.

Tujuh dari 10 sektor S&P berakhir lebih tinggi, sementara sektor telekomunikasi adalah pemain terburuk. Sektor kesehatan mendapat kenaikan berturut turut dalM enam hari.

Penjualan mobil AS melemah pada Mei, dengan General Motors (GM.N), Ford Motor (F.N) dan produsen lainnya melaporkan lebih rendah penjualan di AS. Saham GM turun 3,4% dan Ford turun 2,8%.

Tekanan inflasi tumbuh sedikit di sebagian besar Amerika Serikat dari April sampai pertengahan Mei, The Fed mengatakan dalam sebuah laporan anekdotal. Laporan ini bisa membuat bank sentral lebih nyaman bahwa inflasi di jalur untuk naik kembali ke target 2%.

Saham Michael Kors (KORS.N) naik 6,6% menjadi USD45,55 setelah pembuat aksesoris mewah membukukan pertumbuhan penjualan kuartalan terkuat dalam setahun. Saham Demandware (DWRE.N) melonjak 55,9% menjadi USD74,81 dan saham Salesforce.com (CRM.N) setuju untuk membeli perusahaan tersebut dalam kesepakatan senilai USD2,8 miliar. Saham Salesforce turun 0,3%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
1 jam yang lalu
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
1 jam yang lalu
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
1 jam yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
1 jam yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
3 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved