Wall Street Berakhir Menguat Terdongkrak Sektor Kesehatan

Jum'at, 03 Juni 2016 - 07:47 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Menguat Terdongkrak Sektor Kesehatan
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup sedikit lebih tinggi, karena data baru terkait ekonomi dan keuntungan lebih lanjut untuk sektor kesehatan yang mampu menutupi penurunan sektor energi. Indeks S&P 500 berakhir di level penutupan tertinggi dalam tujuh bulan, sedangkan Nasdaq mencetak kenaikan beruntun dalam ketujuh hari.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (3/6/2016), Indeka Dow Jones industrial average naik 48,89 poin atau 0,27% ke level 17.838,56, Indeks S&P 500 naik 5,93 poin atau 0,28% ke level 2.105,26 dan Nasdaq Composite bertambah 19,11 poin atau 0,39% ke posisi 4.971,36.

Investor sekarang menunggu laporan data payrolls karena mereka mengevaluasi data ekonomi untuk menentukan apakah Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga secepatnya setelah pertemuan 14-15 Juni.

Data pada Kamis menunjukkan pengusaha swasta AS meningkat mempekerjakan pada Mei dan aplikasi baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu, lebih meningkatkan prospek ekonomi untuk kuartal kedua.

Indeks S&P 500 naik 3% pada 2016 setelah awal tahun yang suram di tengah kegelisahan ekonomi global dan pasar minyak. Sekarang hanya perlu naik sekitar 1% untuk menetapkan rekor penutupan, yang akan menjadi yang pertama dalam lebih dari satu tahun.

Pada perdagangan kemarin, sektor kesehatan naik 1,3%, sehingga kelompok berkinerja terbaik dan tujuh hari berturut-turut dari keuntungan. Saham Johnson & Johnson (JNJ.N) naik 1,5% setelah perusahaan mengatakan akan mengakuisisi produk perawatan rambut, Vogue Internasional sebesar USD3,3 miliar.

Setelah awal yang kurang baik pada 2016, sektor kesehatan telah kembali pulih dan naik 5% sejak pertengahan Mei dan sekarang berada di wilayah positif untuk 2016. Tujuh dari 10 sektor berakhir lebih tinggi. Saham energi menjadi yang terburuk atau jatuh 0,3%.

Saham Joy global (JOY.N) melonjak 21,9% setelah perusahaan pembuat peralatan pertambangan melaporkan kejutan disesuaikan laba kuartalan. saingan yang lebih besar yakni Caterpillar (CAT.N) sahamnya naik 1,9%.

Saham Apple (AAPL.O) turun 0,8% setelah analis Goldman Sachs memangkas target harga mereka pada pembuat iPhone, mengutip ekspektasi pertumbuhan yang lebih rendah untuk industri smartphone.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
8 menit yang lalu
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
25 menit yang lalu
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
48 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
2 jam yang lalu
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
2 jam yang lalu
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
3 jam yang lalu
Infografis
Beragam Manfaat Air...
Beragam Manfaat Air Rebusan Daun Kelor untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved