OPEC Ulang Kegagalan Pembatasan Produksi Minyak Dunia

Jum'at, 03 Juni 2016 - 12:02 WIB
OPEC Ulang Kegagalan...
OPEC Ulang Kegagalan Pembatasan Produksi Minyak Dunia
A A A
WINA - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali mengulang kegagalan dalam upaya menetapkan pembatasan minyak dunia dalam pertemuan yang berlangsung di Wina, Austria. Seperti diketahui anggota OPEC yang menghasilkan 40% minyak dunia coba melakukan pembatasan dalam upaya menaikkan kembali harga minyak dunia di tengah gejolak.

Namun pertemuan para anggota OPEC bersama dengan eksportir minyak lainnya termasuk Rusia, seperti dilansir BBC, Jumat (3/6/2016) kembali gagal menemui kata sepakat untuk mengulang hal yang sama seperti pertemuan di Qatar, April lalu. Meski gagal mencapai kesepakatan, namun Sekretaris Jenderal Abdalla El-Badri menegaskan OPEC belum berakhir.

"OPEC akan menjadi lebih kuat dan OPEC tetap hidup," ucapnya dalam pertemuan di Ibukota Austria seperti dilansir BBC.

(Baca Juga: Iran Tolak Ajakan OPEC Bekukan Produksi Minyak)

Sementara itu seorang analis minyak John Hall mengatakan, bahwa ketika harga minyak justru melejit setelah OPEC gagal mengajak soal pembekuan produksi minyak. Diyakini pada pelaku pasar secara umum akan menjual dengan cepat saat minyak dunia tembus melewati level USD50 per barel.

Setelah memuncak pada level tertinggi USD115 per barel pada musim panas tahun 2014, harga minyak terus jatuh ke posisi rendah hingga menyentuh kisaran level USD27 pada Januari tahun ini karena kombinasi melemahnya permintaan dan produksi yang meningkat.

Di sisi lain OPEC bersama dengan para anggotanya menegaskan akan terus berkomitmen menjaga pasar minyak dunia tetap stabil dan seimbang. Sedangkan setelah pertemuan, Arab Saudi berjanji tidak akan membanjiri pasar global dengan minyak mereka. "Pendekatan kami sangat hati-hati dan dipastikan tidak akan mengejutkan pasar," ucap Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih.

Sebagai informasi dalam pertemuan OPEC tersebut juga menyepakati bahwa wakil dari Nigeria yakni Mohammed Sanusi Barkindo akan menjadi Sekretaris Jenderal baru OPEC per tanggal 1 Agustus, mendatang. Keputusan ini berakhir setelah terjadi sengketa antara Arab Saudi dan Iran, yang tetap mendukung calon mereka sendiri serta menolak sepakat.

Pertemuan OPEC juga sepakat untuk mengakui Gabon sebagai negara OPEC ke 14 mulai bulan depan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Sekjen Baru OPEC: Rusia...
Sekjen Baru OPEC: Rusia Pemain Besar dan Sangat Berpengaruh dalam Peta Energi Dunia
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Harga Minyak Menghangat,...
Harga Minyak Menghangat, Merespons Proyeksi Permintaan OPEC
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Ogah Genjot Produksi,...
Ogah Genjot Produksi, OPEC Menampar Eropa di Tengah Rencana Embargo Minyak Rusia
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
50 menit yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
1 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
1 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
2 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
2 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved