Industri Jamu Nasional Terkendala Bahan Baku dan Riset

Sabtu, 04 Juni 2016 - 04:25 WIB
Industri Jamu Nasional...
Industri Jamu Nasional Terkendala Bahan Baku dan Riset
A A A
SOLO - President Director PT Air Mancur, Hade Mboi mengatakan, ada sejumlah kendala di lapangan yang dihadapi industri obat tradisional. Pertama adalah suplai dari bahan baku, baik dari ketersediaan jumlah maupun mutunya. Sehingga, industri jamu mengharapkan pemerintah bisa mengkoordinir ketersediaan bahan baku.

“Karena saat ini ada bahan baku saja sudah bersyukur. Sehingga biaya untuk kualitas menjadi lebih mahal,” ungkap Hade Mboi di sela-sela menerima kunjungan kerja Komisi IX DPR RI, Jumat (3/6/2016).

Terkait suplai bahan baku, dibutuhkan dukungan semua pihak dari kalangan pertanian, perkebunan dan stakholder lainnya. Selama ini, bahan baku didapatkan dari petani lokal namun suplainya naik turun. Dengan demikian, sesama industri jamu saling berebut guna mendapatkan bahan baku.

“Untuk itu, perlu langkah strategis yang dikerjakan beramai ramai antara pemerintah, industri, dan tingkatan petani,” terangnya.

Problem lainnya yang dihadapi adalah mengenai riset. Pemerintah diharapkan mendukung karena selama ini telah memiliki badan riset. Dengan demikian, hal itu tinggal dioptimalkan dan hasilnya bisa dishare. Riset diakui membutuhkan biaya mahal dan dibutuhkan saling kerja sama.

Disinggung mengenai serbuan produk luar negeri, pihaknya mengaku tidak takut karena produk mancanegara mengambil market yang lebih tinggi dibanding perusahaan jamu domestik.

Market obat tradisional di pasar domestik dinilai sangat terbuka lebar meski pasar jamu seduh mengalami penurunan. Penyebabnya generasi muda kini tidak menyukai minum jamu seduh karena rasanya tidak enak. Namun begitu, kesadaran masyarakat untuk produk herbal semakin meningkat. “Orang Indonesia harus digalakkan untuk kembali minum jamu,” tegasnya.

Perusahan perusahaan jamu kini berupaya melakukan terobosan agar produknya diterima pasar. Seperti produk Air Mancur yang dulu botol kini mengarah ke kemasan sachet, dan kaplet. Terdapat 15-20 produk sachet dan kaplet yang siap dilempar ke pasaran, termasuk ke arah ekspor.

Sejauh ini, Jamu Air Mancur mengusai 10% pasar jamu di Indonesia. Untuk pengembangan bisnis, mulai tahun ini mulai mereka berekspansi ke dunia ekstraksi yang dinilai sebagai masa depan dunia herbal. Produk ekstraksi dijual busines to busines ke perusahaan obat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Asman Abnur mengatakan, produk jamu diharapkan bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing dengan produk suplemen dari luar negeri. “Kami di DPR RI akan mendukung. Masukan dari industri jamu soal kendala yang dihadapi dalam pengembangan bisnis sangat dibutuhkan,” terang Asman Abnur.

Persoalan persoalan yang dihadapi dapat dari sisi regulasi, perizinan, teknologi atau akses modal ke perbankan. Masukan yang didapatkan nantinya akan menjadi rekomendasi Komisi IX kepada pemerintah agar perhatian ke industri jamu lebih ditingkatkan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Industri Jamu...
Strategi Industri Jamu Agar Tetap 'Greng' Saat Pandemi
Dampak Corona, Perusahaan...
Dampak Corona, Perusahaan Jamu Ini Alami Lonjakan Permintaan
BPOM Dorong Pengumpulan...
BPOM Dorong Pengumpulan Bukti Empiris Khasiat Jamu Nusantara
Perpres No. 54 Tahun...
Perpres No. 54 Tahun 2023 Dinilai Bikin Industri Jamu Tambah Perkasa
Sandiaga Puji Perjuangan...
Sandiaga Puji Perjuangan Bakul Jamu yang Sukses di Tengah Pandemi
Bahan Baku Jamu Masih...
Bahan Baku Jamu Masih Mengandalkan Impor dari China
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
16 menit yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
14 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved