Untung Besar, MPR Kecam Pelaku Kartel Daging Sapi
Jum'at, 10 Juni 2016 - 13:23 WIB
Untung Besar, MPR Kecam Pelaku Kartel Daging Sapi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang menegaskan, melambungnya harga daging sapi yang terjadi sekarang ini dikarenakan adanya permainan harga oleh para kartel daging sapi.
Menurutnya, permainan para kartel dalam mempermainkan harga, merupakan hal sangat biadab dan tidak memperhatikan nasib rakyat. "Ini hal yang sangat biadab. Masyarakatnya sengsara, makin dibuat sengsara," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/6/2016).
Dia pun mengungkapkan ada lima kartel besar yang mempermainkan harga daging sapi, sehingga semain mahal. Meski demikian, dia tidak mau membeberkan pelaku kartel tersebut.
"Jangan dulu disebut mungkin. Nanti lari keluar negeri mereka. Apakah hanya lima ini saja yang diketahui? Tidak, masih banyak lagi dan sangat rapi," katanya.
Dia menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui hal tersebut. Sehingga dengan tegas Presiden meminta agar harga daging sapi ditetapkan sebesar Rp80 ribu/kg.
"Permainan harga ini sangat menyakitkan rakyat sampai tembus Rp100 ribu lebih. Di Singapura hanya Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per kg, padahal jaraknya sangat dekat dengan Indonesia. Taruhlah sampai Indonesia harganya menjadi Rp66 ribu atau Rp70 ribu masih pantas," tuturnya.
Atas dasar itu, dia menilai permintaan Jokowi agar harga daging sapi Rp80.000/kg sangat wajar. Para menteri pun harus secepatnya merealisasikan keinginan Jokowi tersebut. Para pelaku kartel pun harus segera ditindak tegas agar tidak terus menyengsarakan masyarakat.
"Dengan harga Rp80 ribu sudah sangat untung, tapi dengan harga tembus Rp120 ribu sampai Rp130 ribu bisa dibayangkan keuntungan yang didapat para kartel itu. Ini benar-benar biadab," tandas Oesman.
Menurutnya, permainan para kartel dalam mempermainkan harga, merupakan hal sangat biadab dan tidak memperhatikan nasib rakyat. "Ini hal yang sangat biadab. Masyarakatnya sengsara, makin dibuat sengsara," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/6/2016).
Dia pun mengungkapkan ada lima kartel besar yang mempermainkan harga daging sapi, sehingga semain mahal. Meski demikian, dia tidak mau membeberkan pelaku kartel tersebut.
"Jangan dulu disebut mungkin. Nanti lari keluar negeri mereka. Apakah hanya lima ini saja yang diketahui? Tidak, masih banyak lagi dan sangat rapi," katanya.
Dia menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengetahui hal tersebut. Sehingga dengan tegas Presiden meminta agar harga daging sapi ditetapkan sebesar Rp80 ribu/kg.
"Permainan harga ini sangat menyakitkan rakyat sampai tembus Rp100 ribu lebih. Di Singapura hanya Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per kg, padahal jaraknya sangat dekat dengan Indonesia. Taruhlah sampai Indonesia harganya menjadi Rp66 ribu atau Rp70 ribu masih pantas," tuturnya.
Atas dasar itu, dia menilai permintaan Jokowi agar harga daging sapi Rp80.000/kg sangat wajar. Para menteri pun harus secepatnya merealisasikan keinginan Jokowi tersebut. Para pelaku kartel pun harus segera ditindak tegas agar tidak terus menyengsarakan masyarakat.
"Dengan harga Rp80 ribu sudah sangat untung, tapi dengan harga tembus Rp120 ribu sampai Rp130 ribu bisa dibayangkan keuntungan yang didapat para kartel itu. Ini benar-benar biadab," tandas Oesman.
(izz)
Lihat Juga :