Potong Distribusi Pangan, Menperin Sebut Tak Ingin Matikan Usaha
Minggu, 12 Juni 2016 - 14:11 WIB
Potong Distribusi Pangan, Menperin Sebut Tak Ingin Matikan Usaha
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin memastikan, rencana pemerintah memangkas rantai distribusi bahan kebutuhan pokok dalam upaya menekan gejolak harga pangan bukan untuk mematikan usaha pihak manapun. Pemerintah hanya ingin semua mengambil keuntungan yang wajar, dan konsumen pun memperoleh harga yang wajar.
"Kita harapkan bisa (memangkas rantai distribusi) sebanyak mungkin. Kita tidak akan mematikan siapapun. Tapi paling tidak, masing-masing mendapatkan keuntungan wajar. Dan tidak akan mendapatkan keuntungan di luar kewajaran, sehingga dampaknya harga menjadi melonjak," katanya di Pasar Cipete, Jakarta, Minggu (12/6/2016).
(Baca Juga: Menperin Ungkap Dalang Penyebab Harga Sembako Meroket)
Menurutnya, operasi pasar sembako murah menjadi salah satu bentuk kepedulian para pelaku usaha dan produsen terhadap tingginya harga bahan kebutuhan pokok di pasar. Menurutnya, pemerintah akan terus bekerja sama dengan produsen dan pengusaha untuk memotong rantai distribusi pangan di Indonesia.
"Tentu akan bekerja sama juga dengan produsen yang ingin memangkas rantai pasok yang selama ini rantai pasok dinilai terlalu panjang. Kami mengimbau masyarakat juga tidak memborong, yang wajar saja. Sehingga supply dan demand betul-betul berjalan normal," imbuh dia.
(Baca Juga: Operasi Pasar Murah Digelar di 4.000 Titik Seluruh Indonesia)
Politisi Partai Hanura ini menilai, jika kerja sama yang baik terus dilakukan di berbagai lintas kementerian dan produsen. Maka harga pangan perlahan akan mulai terkendali. "Ini kita sama-sama, maka dengan sendirinya harga terkendali dan normal serta tidak akan lonjak seperti yang diberitakan," tandasnya.
"Kita harapkan bisa (memangkas rantai distribusi) sebanyak mungkin. Kita tidak akan mematikan siapapun. Tapi paling tidak, masing-masing mendapatkan keuntungan wajar. Dan tidak akan mendapatkan keuntungan di luar kewajaran, sehingga dampaknya harga menjadi melonjak," katanya di Pasar Cipete, Jakarta, Minggu (12/6/2016).
(Baca Juga: Menperin Ungkap Dalang Penyebab Harga Sembako Meroket)
Menurutnya, operasi pasar sembako murah menjadi salah satu bentuk kepedulian para pelaku usaha dan produsen terhadap tingginya harga bahan kebutuhan pokok di pasar. Menurutnya, pemerintah akan terus bekerja sama dengan produsen dan pengusaha untuk memotong rantai distribusi pangan di Indonesia.
"Tentu akan bekerja sama juga dengan produsen yang ingin memangkas rantai pasok yang selama ini rantai pasok dinilai terlalu panjang. Kami mengimbau masyarakat juga tidak memborong, yang wajar saja. Sehingga supply dan demand betul-betul berjalan normal," imbuh dia.
(Baca Juga: Operasi Pasar Murah Digelar di 4.000 Titik Seluruh Indonesia)
Politisi Partai Hanura ini menilai, jika kerja sama yang baik terus dilakukan di berbagai lintas kementerian dan produsen. Maka harga pangan perlahan akan mulai terkendali. "Ini kita sama-sama, maka dengan sendirinya harga terkendali dan normal serta tidak akan lonjak seperti yang diberitakan," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :