Wall Street Jatuh Lagi di Tengah Kekhawatiran Brexit

Rabu, 15 Juni 2016 - 07:49 WIB
Wall Street Jatuh Lagi...
Wall Street Jatuh Lagi di Tengah Kekhawatiran Brexit
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street jatuh untuk sesi keempat pada perdagangan kemarin, di mana pembuat kebijakan bank sentral AS tengah memperhatikan kesehatan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan investor khawatir atas pilihan Brexit yang akan diambil oleh Inggris terkait apakah meninggalkan Uni Eropa.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/6/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,33% ke level 17.674,82, Indeks S&P 500 kehilangan 0,18% ke level 2.075,32, dan Indeks Nasdaq Composite turun 0,1% ke level 4.843,55.

Investor meluncurkan sebuah reli akhir-hari ini, tetapi indeks utama masih berakhir dengan kerugian. Federal Reserve (The Fed) memulai pertemuan dua hari untuk memutuskan apakah ekonomi AS telah cukup pulih cukup untuk menyerap kenaikan suku bunga.

Sementara, pedagang menimbang peningkatan suku bunga bulan ini, mereka akan mengurai komentar Ketua The Fed Janet Yellen, untuk petunjuk pada kesehatan ekonomi dan lintasan kenaikan.

Di antara bank yang cenderung untuk mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang lebih tinggi, Wells Fargo (WFC.N) dan JPMorgan Chase (JPM.N) terpukul dan menjadi beban paling berat di S&P 500.

Menambah kecemasan di Wall Street, jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan meningkatnya dukungan agar Inggris keluar dari Uni Eropa, menciptakan terburu-buru oleh investor untuk aset safe-haven seperti emas dan yen. Selama empat sesi terakhir, indeks S & P 500 telah kehilangan 2%.

"Perdagangan mengamati pada jajak pendapat Brexit. Pasar lebih baik hari ini dari seminggu yang lalu, tetapi mereka masih belum sepenuhnya terjangkau untuk 'meninggalkan'," kata John Canally, ahli strategi ekonomi utama untuk LPL Financial.

Empat dari 10 sektor besar Indeks S&P melemah, dengan sektor keuangan jatuh 1,45%. Saham Wells Fargo turun 2,27% dan JPMorgan Chase kehilangan 1,88%.

Pedagang melihat hampir tidak ada peluang kenaikan suku bunga pada hari ini, menurut FedWatch CME Group. "Fokusnya akan pada jumlah kenaikan Federal Reserve melihat sepanjang tahun," kata Bill Northey, kepala investasi di Swasta Klien Kelompok AS Bank.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
19 menit yang lalu
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
32 menit yang lalu
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
35 menit yang lalu
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
50 menit yang lalu
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
4 jam yang lalu
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved