Ditolak DPR, Darmin Keukeuh Subsidi Listrik untuk Orang Miskin
Rabu, 15 Juni 2016 - 15:26 WIB
Ditolak DPR, Darmin Keukeuh Subsidi Listrik untuk Orang Miskin
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, subsidi listrik hanya diperuntukkan bagi golongan masyarakat miskin dan tidak mampu. Hal ini menanggapi keputusan Komisi VII DPR RI yang menolak untuk mencabut subsidi listrik bagi pelanggan berdaya 900 volt ampere (VA).
(Baca: Pencabutan Subsidi Ditolak, Tarif Listrik 900 VA Batal Naik)
Menurutnya, selama ini banyak masyarakat yang terbilang mampu namun tetap menggunakan listrik bersubsidi 900 VA. Setelah disortir, ternyata terdapat 18 juta pelanggan 900 VA yang seharusnya tidak menikmati subsidi.
"Soal subsidi itu ada persoalan, seperti listrik. Ada banyak sekali rumah atau kos-kosan tapi masa itu pakai subsidi. Kita sudah pelajari, sudah ada datanya, sudah dihitung, ternyata sekian jumlahnya seharusnya dia naik (tarif listrik) saja. Dengan gitu dia enggak dapat subsidi," tuturnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/6/2016).
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini enggan menanggapi lebih jauh keputusan Komisi VII DPR yang menolak untuk mencabut subsidi listrik bagi 18 juta pelanggan 900 VA tersebut. ‎Menurutnya, keputusan tersebut belum final dan masih dibahas di tingkat Badan Anggaran DPR RI.
"Lagi dibicarakan, biarkan dibicarakan di DPR. Jangan tanya saya. Jangan tanya untuk pastikannya, jangan bernadai-andai dulu," tandasnya.
(Baca: Pencabutan Subsidi Ditolak, Tarif Listrik 900 VA Batal Naik)
Menurutnya, selama ini banyak masyarakat yang terbilang mampu namun tetap menggunakan listrik bersubsidi 900 VA. Setelah disortir, ternyata terdapat 18 juta pelanggan 900 VA yang seharusnya tidak menikmati subsidi.
"Soal subsidi itu ada persoalan, seperti listrik. Ada banyak sekali rumah atau kos-kosan tapi masa itu pakai subsidi. Kita sudah pelajari, sudah ada datanya, sudah dihitung, ternyata sekian jumlahnya seharusnya dia naik (tarif listrik) saja. Dengan gitu dia enggak dapat subsidi," tuturnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/6/2016).
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini enggan menanggapi lebih jauh keputusan Komisi VII DPR yang menolak untuk mencabut subsidi listrik bagi 18 juta pelanggan 900 VA tersebut. ‎Menurutnya, keputusan tersebut belum final dan masih dibahas di tingkat Badan Anggaran DPR RI.
"Lagi dibicarakan, biarkan dibicarakan di DPR. Jangan tanya saya. Jangan tanya untuk pastikannya, jangan bernadai-andai dulu," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :