Rupiah Ditutup Menanjak Naik, Euro Balik Menguat
Rabu, 15 Juni 2016 - 17:07 WIB
Rupiah Ditutup Menanjak Naik, Euro Balik Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir menguat tipis, berada di kisaran level Rp13.300/USD. Kondisi membaiknya rupiah sore ini terjadi di tengah penguatan euro.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.360/USD dengan kisaran harian Rp13.355 - Rp13.420/USD. Posisi penutupan hari ini menguat 15 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.375/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.362/USD atau bertambah 15 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.377/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.355/USD dengan kisaran Rp13.344 - Rp13.424/USD. Posisi itu tercatat semakin membaik jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.393/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.398/USD. Posisi ini tercatat menyusut dari posisi sebelumnya di level Rp13.273/USD.
Dilansir Reuters, Rabu (15/6/2016) USD tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,2% terhadap yen Jepang ke level 106.33, menanjak dari posisi sebelumnya tengah pekan kemarin di level 105.63. Sedangkan greenback terpuruk di bawah 105.55 untuk menjadi yang terendah sejak Oktober 2014 lalu.
Penguatan juga terjadi saat USD melawan franc Swiss, ketika euro naik sebesar 0,3% terhadap Franc Swiss. Euro sendiri kemarin jatuh ke posisi terendah terkait kecemasan keluarnya Inggris raya dari Uni Eropa dan berdampak kepada investor untuk mencari mata uang relatif aman yakni Swiss dan Yen Jepang.
Sementara euro menguat terhadap yen yang bertambah 0,3%, untuk balik menguat dari posisi terendah dalam tiga setengah tahun untuk bertahan ke level 119.2. "Saat pasar saham China berupaya mengubah MSCI, risikonya menjadi berkurang. Tapi pasar masih berhati-hati sebelum pertemuan The Fed, Bank of Japan dan tentunya pembahasan keluar tidaknya Inggris dari Uni Eropa," ucap strategi mata uang Nomura Yujiro Goto.
Di pasar mata uang, USD menurut data CNBC menguat terhadap sekeranjang mata uang, dengan indeks USD pada sesi perdagangan berada pada level 94.798. Posisi ini membaik, jika dibandingkan level terendah pada pekan sebelumnya di posisi 93.400. Yen Jepang relatif melemah melawan greenback, yang pada pergerakannya ada di level 106.25.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.360/USD dengan kisaran harian Rp13.355 - Rp13.420/USD. Posisi penutupan hari ini menguat 15 poin dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.375/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada sore ini ada di posisi Rp13.362/USD atau bertambah 15 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp13.377/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada hari ini berakhir pada level Rp13.355/USD dengan kisaran Rp13.344 - Rp13.424/USD. Posisi itu tercatat semakin membaik jika dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.393/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.398/USD. Posisi ini tercatat menyusut dari posisi sebelumnya di level Rp13.273/USD.
Dilansir Reuters, Rabu (15/6/2016) USD tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,2% terhadap yen Jepang ke level 106.33, menanjak dari posisi sebelumnya tengah pekan kemarin di level 105.63. Sedangkan greenback terpuruk di bawah 105.55 untuk menjadi yang terendah sejak Oktober 2014 lalu.
Penguatan juga terjadi saat USD melawan franc Swiss, ketika euro naik sebesar 0,3% terhadap Franc Swiss. Euro sendiri kemarin jatuh ke posisi terendah terkait kecemasan keluarnya Inggris raya dari Uni Eropa dan berdampak kepada investor untuk mencari mata uang relatif aman yakni Swiss dan Yen Jepang.
Sementara euro menguat terhadap yen yang bertambah 0,3%, untuk balik menguat dari posisi terendah dalam tiga setengah tahun untuk bertahan ke level 119.2. "Saat pasar saham China berupaya mengubah MSCI, risikonya menjadi berkurang. Tapi pasar masih berhati-hati sebelum pertemuan The Fed, Bank of Japan dan tentunya pembahasan keluar tidaknya Inggris dari Uni Eropa," ucap strategi mata uang Nomura Yujiro Goto.
Di pasar mata uang, USD menurut data CNBC menguat terhadap sekeranjang mata uang, dengan indeks USD pada sesi perdagangan berada pada level 94.798. Posisi ini membaik, jika dibandingkan level terendah pada pekan sebelumnya di posisi 93.400. Yen Jepang relatif melemah melawan greenback, yang pada pergerakannya ada di level 106.25.
(akr)