Antisipasi Kepadatan Pemudik, YLKI Imbau Percepat THR

Rabu, 15 Juni 2016 - 23:38 WIB
Antisipasi Kepadatan...
Antisipasi Kepadatan Pemudik, YLKI Imbau Percepat THR
A A A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau pengusaha untuk membayar tunjangan hari raya (THR) lebih cepat dari ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, pembayaran THR lebih cepat dari waktu yang ditentukan adalah untuk mengantisipasi kepadatan pemudik mendekati Hari Raya Idul Fitri. Dengan begitu, angka kecelakaan setiap musim mudik Idul Fitri dapat diminimalisasi. (Baca: Perusahaan yang Mangkir Bayar THR Kena Denda 5%)

"‎Saya ingin THR dibagikan lebih cepat dari tujuh hari. Memang agak dilematis sih, takut habis lebih cepat. Tapi ini hal positif kalau bisa lebih cepat," katanya di Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Menurutnya, ‎pemudik yang menggunakan motor selama ini menjadi penyumbang kecelakaan terbesar dengan persentase sekitar 71%. Hal ini salah satunya karena pengusaha yang terlambat membayarkan THR, sehingga pemudik banyak yang pulang kampung pada H-3 Idul Fitri.

"Ini salah satunya karena pengusaha lambat bayar THR sehingga pada H-3 menjadi puncak mudik dan crowded di jalan raya. Jadi kalau bisa lebih cepat bisa mengurangi volume dan arus kendaraan. Sehingga signifikan bisa mengurangi potensi kecelakaan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gak Mudik Tapi Dapat...
Gak Mudik Tapi Dapat THR, Buat Apa?
Gak Boleh Mudik, THR...
Gak Boleh Mudik, THR Disarankan Buat Bayar Utang
Perusahaan Kesulitan...
Perusahaan Kesulitan Membayar THR Harus Berdialog dengan Pekerja
Ingat! Pengusaha Tidak...
Ingat! Pengusaha Tidak Boleh Telat Bayar THR Karyawan
5 Tips Mengatur Uang...
5 Tips Mengatur Uang THR Supaya Tidak Cepat Habis Jelang Lebaran
Mudik Dilarang, Apindo...
Mudik Dilarang, Apindo Minta Kebijakan Pembayaran THR Disesuaikan
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
13 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved