Alasan Jokowi Keukeuh Minta Harga Daging Sapi Rp80 Ribu/Kg

Sabtu, 18 Juni 2016 - 20:31 WIB
Alasan Jokowi Keukeuh...
Alasan Jokowi Keukeuh Minta Harga Daging Sapi Rp80 Ribu/Kg
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengultimatum jajarannya, dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemandag) dan Kementerian Pertanian (Kementan) agar harga daging sapi bisa dijungkir balik menjadi Rp80 ribu per kilogram (kg). ‎Dia meyakini harga daging sapi bisa lebih murah seperti di beberapa negara tetangga.

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengungkapkan, Presiden Jokowi belum lama ini mengirim utusan ke Malaysia dan Singapura untuk memantau harga daging di negara tersebut. Hasilnya, harga daging ‎di dua negara itu hanya berkisar Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per kg baik di pasar modern maupun tradisional.

"‎Dengan kamera HP mereka potret harga di supermarket dan pasar rakyat. Memang harga daging di Malaysia itu Rp70 ribu per kg. Jadi memang muncul pertanyaan, kalau Malaysia dan Singapura bisa kenapa kita enggak?" ujarnya di Kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6/2016).

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediono memiliki pendapat berbeda soal instruksi Presiden Jokowi agar harga daging Rp80 ribu per kg. Menurutnya, asal-usul instruksi tersebut adalah karena Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sesumbar saat kunjungan kerja di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menyatakan stok sapi lokal cukup.

Bahkan, Amran menyatakan Indonesia bisa mencapai swasembada daging sapi, dan harga daging sapi bisa Rp80 ribu per kg. ‎"Gonjang ganjingnya harga tinggi, karena lakonnya Presiden nagih janji Mentan beliau mengatakan sapi cukup, bisa swasembada, dan bisa Rp80 ribu per kg. Itu kenapa tagih janji Rp80 ribu per kg," ungkapnya.

Menurut Teguh, harga daging di Malaysia bisa Rp80 ribu per kg adalah karena di negara tersebut yang dijual bukan daging sapi lokal. Melainkan, daging kerbau yang diimpor dari India.

"Jadi seandainya saya yang ditugaskan Presiden ke Malaysia, saya akan mengatakan itu (daging Rp80 ribu di Malaysia) adalah daging kerbau impor dari India. Kalau Malaysia, dia tidak punya peternakan rakyat. Jadi enggak masalah," bebernya.

Teguh memandang, harga daging sapi Rp80 ribu/kg hanya bisa dicapai untuk jenis daging kebutuhan manufaktur, bukan secondary cut yang dikonsumsi masyarakat. "Itu (daging sapi manufaktur) untuk sosis yang orang tidak lihat bentuk aslinya. Kalau itu, tidak usah Presiden memerintahkan harganya memang Rp80 ribu. Enggak ada prime cut yang harganya Rp80 ribu," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
27 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
56 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Para Guru Besar Minta...
Para Guru Besar Minta Audit Investigasi Bansos Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved