Fadli Zon: Hilangkan Kesenjangan dengan Konsep Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juni 2016 - 01:18 WIB
Fadli Zon: Hilangkan...
Fadli Zon: Hilangkan Kesenjangan dengan Konsep Ekonomi Kerakyatan
A A A
DEPOK - Perkembangan koperasi di Indonesia belakangan ini kalah saing dengan struktur lain. Jumlah koperasi di Indonesia ribuan namun yang betul-betul aktif hanya sedikit. Koperasi sekarang banyak yang berguguran dan swasta sudah menguasai roda perekonomian. Kondisi itu tidak sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

Konsep koperasi yang dijunjung Mohammad Hatta dinilai sesuai dengan gagasan ekonomi kerakyatan yang memusatkan orientasinya pada rakyat. Dalam hal ini peran negara dan pasar bukan berarti dikesampingkan. Negara dan pasar juga tetap mendapatkan perannya. Namun peran itu tidak mengubah substansi bahwa pusatnya adalah rakyat. "Hal ini tertuang dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945 yang dengan tegas disebut sebagai demokrasi ekonomi," kata Fadli Zon dalam disertasinya yang berjudul Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Mohammad Hatta (1926-1959) di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia Depok, Senin (20/6/2016).

Menurutnya, jika ingin bangkit maka Indonesia harus kembali pada ekonomi kerakyatan. Artinya dengan memberdayakan rakyat dan menjadikan rakyat tenaga utama dari ekonomi bangsa. "Bukan ekonomi untuk rakyat saja. Koperasi dibentuk sebagai menghimpun usahanya kemudian mereka berusaha dan menjalankan kegiatan ekonomi untuk kemakmuran," ungkapnya.

Tapi yang terjadi saat ini adalah koperasi di Indonesia kurang berjalan seperti yang diharapkan. Padahal di luar negeri koperasi bisa maju dan sudah banyak contohnya. Perkembangan koperasi di luar negeri mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Misalnya di Malaysia, Jepang dan negara Skandinavia," katanya.

Dikatakan, ke depan jika negara konsekuen menjalankan perekonomian sesuai Pasal 33 UUD 1945 maka akan bisa membawa perubahan pada kesejahteraan rakyat. Namun sebaliknya, kalau tidak dijalankan maka yang terjadi adalah melebarnya angka kesenjangan sosial. "Semakin banyak orang bersaing. Yang kuat semakin kuat dan yang lemah akan tersingkir," katanya.

Fadli Zon optimistis bahwa masih ada harapan terhadap perkembangan usaha kecil menengah yang menjadi bagian dari ekonomi kerakyatan. Pasalnya, masyarakat Indonesia adalah masyarakat kolektif dan bukan individualis. Dengan sifat masyarakat yang seperti itu maka ada unsur kebersamaan yang diusung.

Hanya saja, institusional dan keberpihakan negara dalam menjalankan prinsip ekonomi kerakyatan haruslah jelas. "UKM salah satu bagian dari ekonomi kerakyatan. Kalau dana yang disalurkan banyak kepada UKM maka semakin besar pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan lebih cepat juga," ungkapnya.

Menurutnya, koperasi bukanlah lembaga yang terbelakang. Sebagai bukti, koperasi di negara lain berkembang bagus dan mensejahterakan. "Di Jepang ada koperasi petani dan petani maju karena koperasi itu," katanya.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang hadir dalam promosi doctor Fadli Zon menambahkan, konsep ekonomi kerakyatan harus dikembalikan sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945. "Indonesia kembali ke Pasal 33 UUD 1945 saja," tandas Prabowo.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ganjar Pranowo Sebut...
Ganjar Pranowo Sebut Koperasi Sebagai Landasan Demokrasi Ekonomi Indonesia
Koperasi, Ekonomi Indonesia...
Koperasi, Ekonomi Indonesia dan Relevansi Gen Z
MUI dan FORKOPI Sepakat...
MUI dan FORKOPI Sepakat Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Syariah
Koperasi Indonesia,...
Koperasi Indonesia, Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru
Meutia: Koperasi Warisan...
Meutia: Koperasi Warisan Bung Hatta untuk Ekonomi Indonesia
Koperasi Pondok Pesantren...
Koperasi Pondok Pesantren Jadi Penggerak Ekonomi Pedesaan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
35 menit yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
55 menit yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
1 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
3 jam yang lalu
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
3 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan dengan Pendaftar...
10 Jurusan dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved