Dibayangi Brexit, Wall Street Berakhir Lebih Tinggi

Selasa, 21 Juni 2016 - 07:19 WIB
Dibayangi Brexit, Wall...
Dibayangi Brexit, Wall Street Berakhir Lebih Tinggi
A A A
NEW YORK - Wall Street bangkit pada sesi perdagangan awal pekan atau kemarin waktu setempat, meski indeks masih jauh dari posisi tertinggi. Penguatan bursa saham Amerika Serikat (AS) diyakini terdorong jelang referendum Brexit atau rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (21/6/2016) mayoritas pemilih dalam jejak pendapat sepertinya lebih condong memilih Inggris untuk tetap bertahan di Uni Eropa. Meski mencetak keuntungan, tapi ini kontras dengan penurunan dalam enam sesi. Indeks S & P 500 ditutup lebih tinggi 0,6%, usai mendapatkan tambahan sebanyak 1,4%.

Sementara saham pekan lalu turun tajam, dikarenakan kekhawatiran Inggris untuk keluar dari Uni Eropa yang berarti akan mempengaruhi perekonomian global. Keputusan apakah Inggris akan tetap bertahan atau tidak dijadwalkan akan berlangsung tengah pekan ini, dengan isu terbaru mayoritas ingin mendukung Inggris tetap masuk dalam Uni Eropa.

"Posisi pasar akan memberikan suara tetap bertahan. Anda melihat ketakutan dan ketidakpastian dalam perdagangan saat ini. Akan jadi hari yang panjang antara saat ini hingga Kamis," ucap Strategi Pasar Prudential Financial Krosby Quincy, di Newark, New Jersey.

Tercatat Indeks Dow Jones industrial average ditutup naik 129,71 poin atau 0,73% ke level 17.804,87. Selanjutnya indeks S & P 500 mendapatan tambahan 12,03 poin atau 0,58% ke posisi 2.083,25 dan komposit Nasdaq menguat 36,88 poin atau 0,77% ke level 4.837,21.

Indeks S & P 500 sekali lagi berada dalam resistance di level 2.100, saat mayoritas dari 10 indeks S & P 500 berakhir di wilayah positif. Sekitar 6,6 miliar saham bergerak dalam perdagangan di AS, untuk mencatatkan di bawah rata-rata harian 6,83 miliar selama 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
49 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
1 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
5 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved