Poundsterling Dekati Level Tertinggi, Rupiah Dibuka Tertekan
Selasa, 21 Juni 2016 - 10:26 WIB
Poundsterling Dekati Level Tertinggi, Rupiah Dibuka Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka tertekan dengan kecenderungan melemah, setelah kemarin berada di zona hijau. Penurunan mata uang Garuda ini seiring semakin menguatnya mata uang Inggris, poundsterling terhadap USD dan euro.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.286/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.260/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah pagi juga menyusut ke posisi Rp13.271/USD dengan kisaran harian Rp13.253- Rp13.304/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah balik tertekan dibandingkan penutupan kemarin Rp13.260/USD. Dan pada pukul 10.02 WIB bergerak semakin parah ke level Rp13.281/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.03 WIB ada pada level Rp13.277/USD atau semakin tidak berdaya dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.257/USD.
Di sisi lain posisi rupiah pada data Yahoo Finance justru menguat sendirian saat dibuka ke posisi Rp13.240/USD atau menguat dibandingkan awal pekan kemarin di level Rp13.255/USD. Namun, pada pukul 10.02 WIB bergerak ke level Rp13.275/USD dengan kisaran harian Rp13.240-Rp13.295/USD.
Dilansir Reuters, Selasa (21/6/2016) poundsterling mendekati level tertinggi dalam tiga pekan terhadap USD dan euro, usai mencetak keuntungan harian terbesar sejak 2008. Penguatan pounds diyakini terimbas arah jejak pendapat yang ingin Inggris tetap bertahan bersama Uni Eropa.
Pounds Inggris meroket ke posisi terbaik pada level 1.4681 terhadap USD, dibandingkan awal pekan kemarin 1.4721. Tercatat pounds mencetak kenaikan 2,1% untuk meraih keuntungan terbesar sejak 2008. "Pasar bereaksi terhadap setiap putaran dalam jejek pendapat, tapi imbasnya perdagangan menjadi fluktuatif karena terlalu berhati-hati," terang Direktur Forex Societe Generale Kyosuke Suzuki.
Sementara euro tergelincir ke posisi terendah, atau turun 76,925 sen. USD tercatat melemah 0,1% terhadap yen menjadi 103.85 saat Kamis kemarin hampir mendekati posisi terendah dalam dua tahun pada level 103.55
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.286/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.260/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah pagi juga menyusut ke posisi Rp13.271/USD dengan kisaran harian Rp13.253- Rp13.304/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah balik tertekan dibandingkan penutupan kemarin Rp13.260/USD. Dan pada pukul 10.02 WIB bergerak semakin parah ke level Rp13.281/USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.03 WIB ada pada level Rp13.277/USD atau semakin tidak berdaya dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.257/USD.
Di sisi lain posisi rupiah pada data Yahoo Finance justru menguat sendirian saat dibuka ke posisi Rp13.240/USD atau menguat dibandingkan awal pekan kemarin di level Rp13.255/USD. Namun, pada pukul 10.02 WIB bergerak ke level Rp13.275/USD dengan kisaran harian Rp13.240-Rp13.295/USD.
Dilansir Reuters, Selasa (21/6/2016) poundsterling mendekati level tertinggi dalam tiga pekan terhadap USD dan euro, usai mencetak keuntungan harian terbesar sejak 2008. Penguatan pounds diyakini terimbas arah jejak pendapat yang ingin Inggris tetap bertahan bersama Uni Eropa.
Pounds Inggris meroket ke posisi terbaik pada level 1.4681 terhadap USD, dibandingkan awal pekan kemarin 1.4721. Tercatat pounds mencetak kenaikan 2,1% untuk meraih keuntungan terbesar sejak 2008. "Pasar bereaksi terhadap setiap putaran dalam jejek pendapat, tapi imbasnya perdagangan menjadi fluktuatif karena terlalu berhati-hati," terang Direktur Forex Societe Generale Kyosuke Suzuki.
Sementara euro tergelincir ke posisi terendah, atau turun 76,925 sen. USD tercatat melemah 0,1% terhadap yen menjadi 103.85 saat Kamis kemarin hampir mendekati posisi terendah dalam dua tahun pada level 103.55
(akr)