Bursa Asia Variatif, IHSG Ditutup Terjerumus ke Zona Negatif
Kamis, 23 Juni 2016 - 16:32 WIB
Bursa Asia Variatif, IHSG Ditutup Terjerumus ke Zona Negatif
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir terjerumus ke wilayah negatif, turun 22,54 poin atau 0,46% ke level 4.874,31 di tengah variatifnya bursa saham Asia saat investor fokus memantau hasil referendum Brexit.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG dibuka bertambah 0,23 poin ke level 4.897,08 dan sempat melemah di sesi I dengan penurunan sebesar 14,73 poin atau 0,30% ke level 4.882,12. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup bertambah 18,14 poin atau 0,37% ke level 4.896,85.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (23/6/2016) pasar saham Asia hingga perdagangan sore hari ini bergerak variatif, saat investor fokus memantau hasil referendum Brexit untuk menentukan apakah Inggris keluar atau tetap bertahan bersama Uni Eropa (UE). Indeks saham Australia ASX 200 tercatat mengalami peningkatan 0,26% dipimpin lonjakan sektor material sebesar 1,1%.
Di sisi lain indeks Nikkei Jepang bertambah 1,07% ke level 16.238,35, sedangkan di seberang selat Korea, Kospi mencetak penurunan 0,29%. Pelemahan juga terjadi pada pasar saham di daratan China saat indeks Shanghai berkurang 0,47% atau 13,59 poin ke level 2.891,96.
Sementara indeks Hang Seng naik 0,35% ke level 20.868,34 mengiringi penguatan Nikkei Jepang sebesar 172,63 poin atau 1,07% ke level 16.238,35. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,5% dalam perdagangan-sore saat pasar bergerak variatif di tengah ketidakpastian referendum Inggris.
"Pasar seluruhnya hampir mendukung untuk bertahan yang berarti pergerakan pasar dan volatilitas lebih rendah daripada yang diharapkan," ucap seorang analis pasar saham dari IG Angus Nicholson.
Sektor saham dalam negeri pada hari ini hampir semuanya berada di zona merah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah konsumer yang turun 1,15%. Sementara, sektor yang menguat hanya sektor perkebunan dan keuangan yang masing-masing 1,07% dan 0,03%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,03 triliun dengan 7,31 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp236,31 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,55 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,78 triliun. Tercatat 108 saham menguat, 100 saham melemah dan 183 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp4.000 menjadi Rp311.000, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp250 menjadi Rp6.750, dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp150 menjadi Rp5.675.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp925 menjadi Rp65.450, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp300 menjadi Rp38.200, dan PT Bisi International Tbk (BISI) turun Rp65 menjadi Rp1.765.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG dibuka bertambah 0,23 poin ke level 4.897,08 dan sempat melemah di sesi I dengan penurunan sebesar 14,73 poin atau 0,30% ke level 4.882,12. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup bertambah 18,14 poin atau 0,37% ke level 4.896,85.
Seperti dilansir CNBC, Kamis (23/6/2016) pasar saham Asia hingga perdagangan sore hari ini bergerak variatif, saat investor fokus memantau hasil referendum Brexit untuk menentukan apakah Inggris keluar atau tetap bertahan bersama Uni Eropa (UE). Indeks saham Australia ASX 200 tercatat mengalami peningkatan 0,26% dipimpin lonjakan sektor material sebesar 1,1%.
Di sisi lain indeks Nikkei Jepang bertambah 1,07% ke level 16.238,35, sedangkan di seberang selat Korea, Kospi mencetak penurunan 0,29%. Pelemahan juga terjadi pada pasar saham di daratan China saat indeks Shanghai berkurang 0,47% atau 13,59 poin ke level 2.891,96.
Sementara indeks Hang Seng naik 0,35% ke level 20.868,34 mengiringi penguatan Nikkei Jepang sebesar 172,63 poin atau 1,07% ke level 16.238,35. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik 0,5% dalam perdagangan-sore saat pasar bergerak variatif di tengah ketidakpastian referendum Inggris.
"Pasar seluruhnya hampir mendukung untuk bertahan yang berarti pergerakan pasar dan volatilitas lebih rendah daripada yang diharapkan," ucap seorang analis pasar saham dari IG Angus Nicholson.
Sektor saham dalam negeri pada hari ini hampir semuanya berada di zona merah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah konsumer yang turun 1,15%. Sementara, sektor yang menguat hanya sektor perkebunan dan keuangan yang masing-masing 1,07% dan 0,03%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,03 triliun dengan 7,31 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp236,31 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,55 triliun dan aksi beli asing sebesar Rp1,78 triliun. Tercatat 108 saham menguat, 100 saham melemah dan 183 saham stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp4.000 menjadi Rp311.000, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp250 menjadi Rp6.750, dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) naik Rp150 menjadi Rp5.675.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp925 menjadi Rp65.450, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp300 menjadi Rp38.200, dan PT Bisi International Tbk (BISI) turun Rp65 menjadi Rp1.765.
(izz)
Lihat Juga :