Wall Street Berakhir di Zona Hijau Dibayangi Brexit

Jum'at, 24 Juni 2016 - 07:45 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir di Zona Hijau Dibayangi Brexit
A A A
NEW YORK - Indeks pasar saham berjangka Amerika Serikat atau Wall Street reli pada perdagangan kemarin waktu setempat pasca pemungutan suara referendum Brexit atau rencana keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa (UE). Saat ini Penghitungan suara referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa (UE) tengah dilakukan.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (24/6/2016) indeks S&P berjangka tercatat turun 0,15%, usai proses referendum selesai untuk menunjukkan suara yang menginginkan Inggris untuk bertahan lebih kuat. Sementara poundsterling sedikit terpeleset terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada level 1.4351.

Sebelumnya kemarin para investor AS yakin Inggris akan tetap menjadi bagian dari UE, demi menghindari potensi efek negatif kepada perdagangan Eropa dan konsekuensi terhadap perekonomian global. "Hasil perhitungan di Sunderland pasti telah mengubah arah dan pasar semakin bergejolak," ucap Kepala Perdagangan ETX Joe Rundle.

Tercatat Indeks Dow Jones industrial average reli 1,29 poin dan mengakhirinya dengan kenaikan 230,24 poin ke level 18.011,07. Selanjutnya indeks S & P 500 melompat 1,34% ke level 2.113,32 atau hanya 0,8% dari rekor tertinggi Mei Tahun lalu. Di sisi lain komposit Nasdaq bertambah 1,59% ke level 4.910,04.

Sektor keuangan memimpin kenaikan indeks saham S & P 500 lewat keuntungan 2,1%. Saat ini investor diyakini optimis tentang kemenangan untuk Inggris tetap bertahan di UE. Beberapa saham yang menanjak yakni perusahaan produsen perangkat lunak Twilio Inc (TWLO. N) yang meningkat hampir dua kali lipat dalam debutnya pada pasar modal.

Sementara dalam perdagangan hari yang panjang, Goldman Sachs (GS.N) naik sebesar 1,17% dan Bank of America (BAC.N) memanjat hingga 1,5%. Ada sekitar 6,4 miliar saham yang diperjual belikan dalam perdagangan bursa saham AS kemarin, atau di bawah rata-rata 6,8 miliar selama 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
3 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
15 menit yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
4 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved