IHSG Akhir Pekan Diprediksi Bakal Bergerak Mixed
Jum'at, 24 Juni 2016 - 08:37 WIB
IHSG Akhir Pekan Diprediksi Bakal Bergerak Mixed
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan hari ini diprediksi bergerak variatif dengan range pergerakan 4900-4852. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menerangkan, pergerakan bursa saham Tanah Air membentuk pola tweezers top dan berindikasi pulled back pada upper bollinger bands membuat signal bearish reversal yang cenderung negatif.
Menurutnya Indikator stochastic pun dead-cross pada area overbought dengan Signal Indikator ADX yang mulai terlihat pelemahan pada trend positif jangka pendek. "Sehingga IHSG disinyalir akan menguji support MA7 pada level 4852 dengan kecenderung bergerak mixed tertekan," jelasnya di Jakarta, Jumat (24/6/2016).
Sementara mayoritas bursa di Asia bergerak bervariasi dengan pelemahan pada bursa saham Tiongkok seakan mengkoreksi penguatan yang terjadi sebelumnya. Sedangkan bursa saham di Jepang menguat seiring pelemahan permintaan Yen yang menurun setelah data indeks kepercayaan investor naik menjadi 112 dari 110.2 diperiode sebelumnya.
Dia menambahkan investor masih akan terfokus pada perdebatan Inggris pada keanggotaan Uni Eropa dalam beberapa pekan terakhir karena signal ECB dampak Brexit akan mengguncang pertumbuhan ekonomi global dan pasar keuangan. Akibat kondisi tersebut IHSG kemarin terkoreksi di hujani aksi profit taking investor domestik ditutup -22,54 poin sebesar -0.46% di level 4874,31.
'Investor menilai beberapa valuasi saham sudah cukup tinggi seiring penguatan IHSG yang cukup signifikan akhir-akhir ini. Permintaan terhadap rupiah meningkat karena pemerintah kembali melakukan lelang SUN pada perdagangan selasa kemarin hingga rupiah berhasil menguat 0.26%," terang dia.
Bursa Eropa dibuka optimis dengan penguatan Nilai tukar poundsterling naik hampir 1% dan USD melemah terhadap seluruh mata uang setelah tingkat persediaan minyak di AS kembali menurun. Data kinerja sektor manufaktur di Eropa mengalami perbaikan dengan index Markit Manufakturing PMI yang naik dilevel 52.6 dari 51.5 diperiode sebelumnya.
Menurutnya Indikator stochastic pun dead-cross pada area overbought dengan Signal Indikator ADX yang mulai terlihat pelemahan pada trend positif jangka pendek. "Sehingga IHSG disinyalir akan menguji support MA7 pada level 4852 dengan kecenderung bergerak mixed tertekan," jelasnya di Jakarta, Jumat (24/6/2016).
Sementara mayoritas bursa di Asia bergerak bervariasi dengan pelemahan pada bursa saham Tiongkok seakan mengkoreksi penguatan yang terjadi sebelumnya. Sedangkan bursa saham di Jepang menguat seiring pelemahan permintaan Yen yang menurun setelah data indeks kepercayaan investor naik menjadi 112 dari 110.2 diperiode sebelumnya.
Dia menambahkan investor masih akan terfokus pada perdebatan Inggris pada keanggotaan Uni Eropa dalam beberapa pekan terakhir karena signal ECB dampak Brexit akan mengguncang pertumbuhan ekonomi global dan pasar keuangan. Akibat kondisi tersebut IHSG kemarin terkoreksi di hujani aksi profit taking investor domestik ditutup -22,54 poin sebesar -0.46% di level 4874,31.
'Investor menilai beberapa valuasi saham sudah cukup tinggi seiring penguatan IHSG yang cukup signifikan akhir-akhir ini. Permintaan terhadap rupiah meningkat karena pemerintah kembali melakukan lelang SUN pada perdagangan selasa kemarin hingga rupiah berhasil menguat 0.26%," terang dia.
Bursa Eropa dibuka optimis dengan penguatan Nilai tukar poundsterling naik hampir 1% dan USD melemah terhadap seluruh mata uang setelah tingkat persediaan minyak di AS kembali menurun. Data kinerja sektor manufaktur di Eropa mengalami perbaikan dengan index Markit Manufakturing PMI yang naik dilevel 52.6 dari 51.5 diperiode sebelumnya.
(akr)
Lihat Juga :