Sesi I, IHSG Bergerak Positif ke 4.836,13
Selasa, 28 Juni 2016 - 12:28 WIB
Sesi I, IHSG Bergerak Positif ke 4.836,13
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Selasa, (28/6/2016) menguat 26,50 poin atau 0,55% ke level 4.862,56 pada pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, pagi ini, indeks dibuka naik tipis 0,08 poin ke level 4.836,13.
Sektor saham di dalam negeri pada jeda siang ini bergerak variatif, dimana sektor saham aneka industri memimpin penguatan sebesar 3,11% diikuti sektor manufaktur 1,19%. Sedangkan sektor saham yang tertekan adalah saham infrastruktur yang melemah 0,54%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia mencapai Rp3,58 triliun dengan 3,37 miliar saham yang diperdagangkan, dengan transaksi bersih asing Rp209 miliar dimana aksi jual asing mencapai Rp1,43 triliun dan aksi beli asing Rp 1,64 triliun. Tercatat dari 332 saham yang diperdagangkan, 143 saham naik, 96 turun dan 93 stagnan.
Sentimen negative Brexit diperkirakan sudah mereda. Adapun kenaikan indeks ditopang ekspektasi bahwa disahkannya tax amnesty pada hari ini dan RAPBN-P 2016 di Sidang Paripurna DPR. Sebelumnya, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan kebijakan pengampunan pajak akan meningkatkan capital inflow ke Indonesia sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional.
Sektor saham di dalam negeri pada jeda siang ini bergerak variatif, dimana sektor saham aneka industri memimpin penguatan sebesar 3,11% diikuti sektor manufaktur 1,19%. Sedangkan sektor saham yang tertekan adalah saham infrastruktur yang melemah 0,54%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia mencapai Rp3,58 triliun dengan 3,37 miliar saham yang diperdagangkan, dengan transaksi bersih asing Rp209 miliar dimana aksi jual asing mencapai Rp1,43 triliun dan aksi beli asing Rp 1,64 triliun. Tercatat dari 332 saham yang diperdagangkan, 143 saham naik, 96 turun dan 93 stagnan.
Sentimen negative Brexit diperkirakan sudah mereda. Adapun kenaikan indeks ditopang ekspektasi bahwa disahkannya tax amnesty pada hari ini dan RAPBN-P 2016 di Sidang Paripurna DPR. Sebelumnya, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan kebijakan pengampunan pajak akan meningkatkan capital inflow ke Indonesia sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional.
(ven)
Lihat Juga :