Soal Terminal 3 Ultimate, Jonan Minta AP II Jangan Banyak Omong
Rabu, 29 Juni 2016 - 20:52 WIB
Soal Terminal 3 Ultimate, Jonan Minta AP II Jangan Banyak Omong
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menyarankan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk tidak terlalu banyak omong mengenai rencana pengoperasian Terminal 3 Ultimate. Pihaknya telah memutuskan bahwa pengoperasian Terminal 3 Ultimate tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.
(Baca Juga: Soal Terminal 3 Ultimate, Wantimpres Beri Saran Kemenhub-AP II)
Dia mengatakan, beberapa permasalahan krusial yang harus diselesaikan sebelum pengoperasian adalah terkait peralatan navigasi dan pengelolaan visi udara. Hingga saat ini, perseroan belum bisa menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kalau itu belum selesai tidak bisa dioperasikan. Bilang AP kalo tidak mengerti tidak usah banyak ngomong. Tidak bisa. Kalo siap pasti kita akan verifikasi tapi saya yakin kalau 30 juni ya tidak siap. Wong peralatan saja belum dipasang," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/6/2016).
Selain itu, sambung mantan Bos KAI ini, persoalan kelistrikan juga perlu dicek ulang. Serta hidran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harus disiapkan untuk bandara sekelas Soekarno-Hatta.
"Kalau truk tanki, di bandara yang padat, saya tidak kasih izin. Kalau movement tak padat di bandara kecil bisa pake truk tanki. Tapi klo Soekarno-Hatta enggak bisa pake truk tanki, harus ada hidran. BBM harus dari bawah dari sumurnya," imbuh dia.
Jonan sendiri tidak bisa memastikan, kapan perseroan dapat menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) yang diminta Kemenhub. Namun ditegaskannya, verifikasi Terminal 3 Ultimate tidak akan dilakukan hingga setelah Idul Fitri.
"Tak ada permintaan Presiden langsung ke saya ini harus dioperasikan jelang Lebaran. Ini civil aviation safety regulation. Kalau enggak ngerti jangan asal ngomong," tandasnya.
(Baca Juga: Soal Terminal 3 Ultimate, Wantimpres Beri Saran Kemenhub-AP II)
Dia mengatakan, beberapa permasalahan krusial yang harus diselesaikan sebelum pengoperasian adalah terkait peralatan navigasi dan pengelolaan visi udara. Hingga saat ini, perseroan belum bisa menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kalau itu belum selesai tidak bisa dioperasikan. Bilang AP kalo tidak mengerti tidak usah banyak ngomong. Tidak bisa. Kalo siap pasti kita akan verifikasi tapi saya yakin kalau 30 juni ya tidak siap. Wong peralatan saja belum dipasang," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/6/2016).
Selain itu, sambung mantan Bos KAI ini, persoalan kelistrikan juga perlu dicek ulang. Serta hidran Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harus disiapkan untuk bandara sekelas Soekarno-Hatta.
"Kalau truk tanki, di bandara yang padat, saya tidak kasih izin. Kalau movement tak padat di bandara kecil bisa pake truk tanki. Tapi klo Soekarno-Hatta enggak bisa pake truk tanki, harus ada hidran. BBM harus dari bawah dari sumurnya," imbuh dia.
Jonan sendiri tidak bisa memastikan, kapan perseroan dapat menyelesaikan PR (pekerjaan rumah) yang diminta Kemenhub. Namun ditegaskannya, verifikasi Terminal 3 Ultimate tidak akan dilakukan hingga setelah Idul Fitri.
"Tak ada permintaan Presiden langsung ke saya ini harus dioperasikan jelang Lebaran. Ini civil aviation safety regulation. Kalau enggak ngerti jangan asal ngomong," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :