Kementan sebut Ada Kesepakatan di Balik Tingginya Harga Daging
Jum'at, 01 Juli 2016 - 19:51 WIB
Kementan sebut Ada Kesepakatan di Balik Tingginya Harga Daging
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, ada kesepakatan antar oknum pengusaha yang ingin harga daging tetap tinggi. Caranya dengan menahan kuota impor.
Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono menjelaskan, kuota yang diberikan sebanyak 46.500 ton hingga Mei tahun ini baru terpenuhi 34%. Sehingga, tidak bisa menekan tingginya harga daging lokal.
"Tak menutup kemungkinan ada kesepakatan pemain besar yang ingin tetap jaga harga tinggi. Swasta impor enggak sesuai yang kita harapkan, target masuknya 46.500 ton dari Mei sampai Agustus, posisi per 30 Juni ini," ujarnya di Jakarta, Jumat (1/7/2016).
Dia mengatakan, jumlah daging impor yang masuk pada periode tersebut hanya 15.700 ton. Kementan sedang mencari cara supaya para importir ini melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan.
"Bagaimana mendisiplinkan pemohon impor supaya masukan sesuai periode izin. Ini kalau masuk semua atau lebih maka suplai akan terpenuhi," kata Hari.
Menurutnya, importir tidak memenuhi jumlah kuota tidak hanya terjadi tahun ini tapi juga tahun sebelumnya. Pemerintah akan bergerak cepat melakukan kontrol dan memberi hukuman bagi yang melanggar.
"Saya enggak tahu kenapa swasta enggak masukan semua, apa untuk pertahankan harga stabil tinggi? Apa yang menyebabkan itu? Bukan hanya sekarang, 2015 juga enggak sepenuhnya dimasukan hanya 55%, kita akan kontrol, evaluasi, reward and punishment," pungkasnya.
Sekretaris Jenderal Kementan Hari Priyono menjelaskan, kuota yang diberikan sebanyak 46.500 ton hingga Mei tahun ini baru terpenuhi 34%. Sehingga, tidak bisa menekan tingginya harga daging lokal.
"Tak menutup kemungkinan ada kesepakatan pemain besar yang ingin tetap jaga harga tinggi. Swasta impor enggak sesuai yang kita harapkan, target masuknya 46.500 ton dari Mei sampai Agustus, posisi per 30 Juni ini," ujarnya di Jakarta, Jumat (1/7/2016).
Dia mengatakan, jumlah daging impor yang masuk pada periode tersebut hanya 15.700 ton. Kementan sedang mencari cara supaya para importir ini melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan.
"Bagaimana mendisiplinkan pemohon impor supaya masukan sesuai periode izin. Ini kalau masuk semua atau lebih maka suplai akan terpenuhi," kata Hari.
Menurutnya, importir tidak memenuhi jumlah kuota tidak hanya terjadi tahun ini tapi juga tahun sebelumnya. Pemerintah akan bergerak cepat melakukan kontrol dan memberi hukuman bagi yang melanggar.
"Saya enggak tahu kenapa swasta enggak masukan semua, apa untuk pertahankan harga stabil tinggi? Apa yang menyebabkan itu? Bukan hanya sekarang, 2015 juga enggak sepenuhnya dimasukan hanya 55%, kita akan kontrol, evaluasi, reward and punishment," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :