Total E&P Akui Mulai Rem Investasi di Blok Mahakam

Sabtu, 02 Juli 2016 - 03:15 WIB
Total E&P Akui Mulai...
Total E&P Akui Mulai Rem Investasi di Blok Mahakam
A A A
JAKARTA - Total E&P Indonesie mengakui telah menurunkan besaran investasi di Blok Mahakam selama dua tahun terakhir. Namun, penurunan investasi tersebut tidak ada kaitannya dengan kontrak Total yang berakhir pada 2017.

President and General manager Total E&P Indonesie Hardy Pramono menuturkan, investasi Total dan Inpex sejak 2015 menurun cukup signifikan karena jatuhnya harga minyak dunia. Total Group sejak awal 2014 melancarkan program penghematan bernama 4C & D (Change Culture, Compete on Cost and Deliver) yang berlaku di semua afiliasinya di seluruh dunia. Sehingga, Total E&P Indonesie pun melaksanakannya.

"Dengan penurunan harga minyak yang terjadi sejak Oktober 2014, usaha efisiensi dan penghematan tersebut semakin diperlukan untuk bertahan agar aktifitas operasional untuk menahan penurunan produksi tetap ekonomis," katanya seperti dalam keterangan resmi di Jakarta.

Oleh sebab itu, sambung dia, Total pun akhirnya meneliti seluruh rencana investasi pada 2015 dan 2016. Alhasil, perusahaan migas asal Perancis ini pun berhasil menghemat di semua lini dengan tanpa mengorbankan keselamatan kerja dan integritas fasilitas produksi (safety).

"Pada sisi yang lain, program penghematan ini mendorong kami menjadi inovatif sehingga penurunan produksi di Blok Mahakam berhasil dikendalikan dan bagus," imbuh dia.

Dalam initial budget pada Work Plan and Budget (WP&B) 2016, kata Hardy, target produksi inlet gas adalah 1423 MMscfd. Sementara, pada WP&B revisi 2016, SKK Migas menetapkan target produksi adalah 1572 MMscfd dan produksi berpotensi lebih tinggi lagi.

"Artinya dengan investasi yang berkurang itu kami dapat tetap baik dalam berproduksi dan bahkan bisa lebih tinggi dari initial target. Jadi, penurunan investasi pada 2015 mau pun 2016 lebih dikarenakan kami menyesuaikan diri dengan anjloknya harga minyak dunia sehingga nilai keekonomian harus tercapai, dan bukan karena kontrak akan berakhir pada 31 Desember 2017 seperti yang diberitakan media," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Direstui Pemerintah,...
Direstui Pemerintah, Blok Corridor Resmi Gunakan Cost Recovery
Kelola 2 Blok Migas...
Kelola 2 Blok Migas Raksasa, Pengamat: Pertamina Menjawab Keraguan
Di HUT ke-50 PDIP, Jokowi...
Di HUT ke-50 PDIP, Jokowi Pamer Bisa Rebut Freeport hingga Blok Mahakam
Cari Cadangan Ekonomis,...
Cari Cadangan Ekonomis, PHM Mulai Bor Sumur Eksplorasi TDE C-1X
Topang Produksi WK Mahakam,...
Topang Produksi WK Mahakam, PHM Mulai Proses Sail Away Jacket Proyek JSN
Pemerintah Berikan Banyak...
Pemerintah Berikan Banyak Insentif untuk Blok Mahakam
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
9 jam yang lalu
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
10 jam yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
11 jam yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
12 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
13 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
14 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved