BI: Inflasi Juni Sesuai Perkiraan Bank Indonesia

Sabtu, 02 Juli 2016 - 18:34 WIB
BI: Inflasi Juni Sesuai...
BI: Inflasi Juni Sesuai Perkiraan Bank Indonesia
A A A
JAKARTA - Sejalan dengan perkiraan Bank Indonesia (BI), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2016 tercatat sebesar 0,66% (mtm).

Inflasi IHK pada periode Ramadhan tahun ini cukup terkendali dan relatif lebih rendah dibanding dengan rata-rata inflasi periode Ramadhan dalam empat tahun terakhir.

"Hal ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah serta koordinasi yang kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam menghadapi Ramadhan tahun ini," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, Jakarta, Sabtu (2/7/2016).

Inflasi terjadi di semua komponen dan terutama bersumber dari komponen bahan makanan bergejolak (volatile foods) dan komponen barang yang diatur pemerintah (administered prices). Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK secara year to date (ytd) dan tahunan (yoy) masing-masing mencapai 1,06% (ytd) dan 3,45% (yoy).

Inflasi komponen volatile foods (VF) tercatat sebesar 1,71% (mtm) atau 8,12% (yoy), lebih rendah dari rata-rata inflasi VF pada periode Ramadhan dalam empat tahun terakhir. Inflasi komponen ini terutama bersumber dari peningkatan harga komoditas daging ayam ras, ikan segar, telur ayam ras, kentang, wortel, beras dan daging sapi, seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan.

Namun, inflasi VF tertahan dengan menurunnya harga komoditas lainnya, khususnya bawang merah. Sementara itu, inflasi komponen administered prices (AP) tercatat sebesar 0,72% (mtm), atau secara tahunan mencatat deflasi sebesar 0,50% (yoy).

Inflasi komponen AP pada Juni ini terutama didorong oleh kenaikan tarif angkutan udara, tarif angkutan antar kota serta penyesuaian tarif listrik akibat kenaikan harga minyak dunia.

Di sisi lain, lanjut dia, inflasi inti tercatat cukup rendah, yaitu sebesar 0,33% (mtm) atau 3,49% (yoy). Perkembangan inflasi inti tersebut sejalan dengan masih terbatasnya permintaan domestik, menguatnya nilai tukar rupiah dan terkendalinya ekspektasi inflasi.

Ke depan, inflasi diperkirakan tetap terkendali dan berada pada sasaran inflasi 2016, yaitu 4%±1% (yoy).
Menurut Tirta, koordinasi kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi akan terus dilakukan, khususnya dalam mengendalikan tekanan inflasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia akan difokuskan pada upaya menjamin pasokan dan distribusi, khususnya berbagai bahan kebutuhan pokok, dan menjaga ekspektasi inflasi," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Beber Tiga Tantangan...
BI Beber Tiga Tantangan Pengendalian Inflasi di Jatim
Bos BI Sebut Inflasi...
Bos BI Sebut Inflasi Indonesia Termasuk Terendah di Dunia
BI Buka Ruang Penurunan...
BI Buka Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan, Ini 2 Pertimbangan Utama
Tekan Inflasi Pangan,...
Tekan Inflasi Pangan, Bank Indonesia Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Perkotaan
Jelang Hari Raya Iduladha,...
Jelang Hari Raya Iduladha, BI Perwakilan Jakarta Pastikan Harga Pangan Terkendali
BI Rate Juni 2025 Ditahan...
BI Rate Juni 2025 Ditahan Tetap di Level 5,50 Persen, Begini Penjelasannya
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved