Kepercayaan Konsumen Inggris Jatuh ke Level Terburuk dalam 21 Tahun

Sabtu, 09 Juli 2016 - 08:02 WIB
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Inggris Jatuh ke Level Terburuk dalam 21 Tahun
A A A
LONDON - Kepercayaan konsumen Inggris tercatat mengalami penurunan tajam ke level terburuk dalam 21 tahun terakhir, setelah referendum Brexit memilih Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE). Hal ini berdasarkan hasil lembaga riset pasar terbesar dunia atau GfK di Inggris yang melaporkan hasil survei mereka terhadap 2.002 orang, yang dilakukan sejak tanggal 30 Juni hingga 5 Juli.

Dilansir BBCnews, indeks kepercayaan konsumen Inggris mengalami penurunan skor yang paling tajam dalam lebih dari dua dekade setelah mayoritas masyarakat mendukung untuk Inggris keluar dari Uni Eropa. Tercatat indeks menunjukkan skor kepercayaan pada awal Juli jatuh hingga 8 poin ke minus 9, dari minus 1 pada bulan Juni.

(Baca Juga: Kepercayaan Pebisnis Inggris Anjlok Usai Brexit)

Kurangnya kepercayaan konsumen membuat mereka cenderung membatasi pengeluaran mereka yang menyumbang sekitar dua-pertiga dari perekonomian Inggris. Hal ini juga menjadi salah satu ukuran buat Bank of England ketika memutuskan tingkat suku bunga. Gubernur Mark Carney telah memperingatkan sebelumnya bahwa outlook perekonomian Inggris akan menghadapi tantangan mengikuti keputusan meninggalkan UE.

Dalam survei Gfk juga menyebutkan bahwa 60% konsumen memprediksi situasi ekonomi Inggris secara umum akan memburuk dalam beberapa tahun kedepan, hal ini meningkat dibandingkan Juni sebesar 46%. Hanya 20% meramalkan ekonomi Inggris meningkat, turun dari 27% bulan lalu.

Selain itu jumlah orang yang menyakini peningkatan harga dalam 12 bulan berikutnya melompat ke 33% dari 13% pada bulan Juni. Hal ini menunjukkan beberapa konsumen telah terguncang oleh kekacauan politik dan pasar pasca Brexit.

Di tengah ketidakpastian ekonomi Inggris, GfK menemukan penurunan kepercayaan yang besar konsumen di antara kelompok usia yang berbeda dan daerah. Hal ini juga ditemukan pada semua konsumen, baik yang mendukung Brexit maupun yang tidak mendukungnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
30 menit yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
1 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
2 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
2 jam yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
4 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved