Sebut AS Merusak Perdagangan Bilateral, Rusia Tak Akan Pernah Minta Keringanan Sanksi

Selasa, 15 April 2025 - 11:12 WIB
loading...
Sebut AS Merusak Perdagangan...
Perdagangan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah mengalami penurunan besar sebagai akibat dari sanksi ilegal Washington. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Rusia Sergey Lavrov. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perdagangan antara Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah mengalami penurunan besar sebagai akibat dari 'sanksi ilegal' Washington. Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Namun diplomat top itu mengungkapkan, Moskow 'tidak mengejar siapa pun' untuk mencabut pembatasan. Seperti diketahui AS bersama sekutunya menjatuhkan sanksi pembatasan pada Moskow setelah reunifikasi Krimea dengan Rusia pada 2014, dan kemudian atas dugaan campur tangan Moskow dalam pemilihan Amerika.

Sanksi tersebut kemudian diperluas secara drastis oleh pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden menyusul eskalasi konflik Ukraina pada tahun 2022. Seperti dilansir RT, Lavrov mengatakan globalisasi ekonomi dunia telah dihancurkan setelah sanksi menjadi "satu-satunya alat kebijakan luar negeri (Biden)."

Baca Juga: Soal Tarif Impor, Trump: Banyak Negara Ingin 'Cium Pantat Saya' untuk Negosiasi

Dia juga memberikan catatan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump mulai membahas kerja sama perdagangan dan ekonomi dengan Moskow. Dalam pembicaraan awal, disebutkan bahwa era Trump tidak merahasiakan bila mereka mengejar keuntungan material dalam keputusan kebijakan luar negerinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Rekomendasi
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved