Wall Street Variatif, Dow Jones dan S&P Cetak Rekor Lagi

Kamis, 14 Juli 2016 - 08:10 WIB
Wall Street Variatif,...
Wall Street Variatif, Dow Jones dan S&P Cetak Rekor Lagi
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin (Kamis pagi WIB) ditutup variatif, namun Indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average mencapai rekor tertinggi, karena investor mengharapkan laba optimis untuk menjaga kenaikan.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/7/2016), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 24,45 poin atau 0,13% ke level 18.372,12, Indeks S&P 500 naik 0,29 poin atau 0,01% ke level 2.152,43 dan Nasdaq Composite turun 17,09 poin atau 0,34% ke level 5.005,73.

Setelah tiga hari mengalami kenaikan kuat terpengaruh data ekonomi, fokus beralih ke pertemuan hari ini di Bank of England yang diperkirakan akan beralih ke pelonggaran kuantitatif seperti mencoba untuk melindungi ekonomi dari dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Dukungan lanjutan dari kebijakan moneter di negara maju dan data ekonomi yang kuat di AS telah memberikan alasan untuk pertumbuhan-investor pasar saham sensitif. Pada gilirannya saham siklis bisa membantu mengambil reli melampaui rekor tertinggi saat ini.

"Bias adalah untuk memperpanjang reli saat ini terutama karena data (ekonomi AS) yang sejauh ini kita sudah mendukung," kata Brian Jacobsen, kepala strategi portofolio di Wells Fargo Funds Management di Menomonee Falls, Wisconsin.

Sementara, laba kuartal kedua dari perusahaan di S&P 500 saat ini diperkirakan turun 5%, mengalahkan kuartal pertama yang ditandai laba kontraksi. Sebagian besar di Wall Street berharap pertumbuhan untuk melanjutkan pada semester kedua tahun ini.

Indeks S&P dan Dow Jones ditutup pada rekor tertinggi, sektor lebih defensif yang didukung Indeks S&P 500 setelah tertinggal selama beberapa hari terakhir. Sahal Telecoms, utilitas dan konsumen persentasenya menjadi top gainers.

Sektor energi pada Indeks S&P 500 turun 0,7% setelah memimpin pasar pada Selasa, di mana kenaikan tajam harga minyak mentah berjangka berbalik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved