Perputaran Uang Lebaran Menurun Dibanding Tahun Lalu
Jum'at, 15 Juli 2016 - 23:37 WIB
Perputaran Uang Lebaran Menurun Dibanding Tahun Lalu
A
A
A
YOGYAKARTA - Perputaran uang tunai selama libur lebaran ini mengalami penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya. Bahkan, perputaran tahun ini jauh di bawah perkiraan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Semula, BI memperkirakan perputaran uang selama libur Idul Fitri ini mencapai Rp5,1 triliun hingga Rp5,5 triliun.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Hilman Tisnawan mengungkapkan, perputaran uang tunai kali ini memang lebih rendah dibanding dengan tahun sebelumnya. Sebab, tahun ini uang yang keluar atau ditarik masyarakat dan perbankan hanya sekitar Rp3,9 triliun. Jumlah tersebut jauh di bawah uang yang ditarik masyarakat pada liburan lebaran tahun lalu.
"Tahun lalu mencapai Rp4,6 triliun," ungkapnya, pada Jumat (15/7/2016).
Ia membantah jika peredaran uang selama Idul Fitri kali ini menurun karena kondisi perekonomian yang sedang lesu. Menurutnya, menurunnya peredaran uang tunai di masyarakat ini karena tren penggunaan uang tunai untuk bertransaksi juga mengalami penurunan. Saat ini penggunaan uang non tunai sedang menunjukkan grafik peningkatan.
Namun ia sendiri belum bisa memastikan berapa besaran kenaikan penggunaan uang elektronik di masyarakat. Karena data yang bisa digunakan adalah nasional. Hanya saja, ia memastikan tren penggunaan uang elektronik di masyarakat untuk bertransaksi mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya merchant non tunai di berbagai tempat.
Ia menandaskan tren penurunan penarikan atau peredaran uang di masyarakat akibat stabilnya perekonomian di wilayah ini. Sebab, hingga saat ini laju inflasi dapat terjaga dengan baik dan perekonomian di Yogyakarta terus menunjukkan angka pertumbuhan. Meski pertumbuhannya di angka yang sama dari bulan ke bulan, tetapi ekonomi di Yogyakarta tetap membaik.
"Ini bukan karena perlambatan ekonomi. Tetapi tren uang elektronik yang naik," tandasnya.
Hilman menambahkan menjelang Idul Fitri kemarin, uang yang ditarik oleh masyarakat dan perbankan mencapai Rp3,9 triliun. Dan hingga pekan pertama setelah hari raya, uang yang kembali ke Bank Indonesia baru sekitar Rp800 miliar. Meski sebenarnya uang tunai yang ditarik oleh bank tidak semuanya digelontorkan ke masyaakat. Biasanya jumlah tersebut akan berlipat di minggu ketiga setelah Idul Fitri.
Terkait dengan perputaran ekonomi selama libur lebaran, Hilman memperkirakan masih di bawah angka Rp5 triliun. Hal tersebut merujuk pada uang yang ditarik oleh masyarakat serta yang berada di dalam cadangan masing-masing bank.
Perputaran ekonomi masih terkonsentrasi di kota dan lokasi-lokasi wisata lainnya. "Tidak semua uang yang ada di bank dicairkan ke masyarakat," tambahnya.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Hilman Tisnawan mengungkapkan, perputaran uang tunai kali ini memang lebih rendah dibanding dengan tahun sebelumnya. Sebab, tahun ini uang yang keluar atau ditarik masyarakat dan perbankan hanya sekitar Rp3,9 triliun. Jumlah tersebut jauh di bawah uang yang ditarik masyarakat pada liburan lebaran tahun lalu.
"Tahun lalu mencapai Rp4,6 triliun," ungkapnya, pada Jumat (15/7/2016).
Ia membantah jika peredaran uang selama Idul Fitri kali ini menurun karena kondisi perekonomian yang sedang lesu. Menurutnya, menurunnya peredaran uang tunai di masyarakat ini karena tren penggunaan uang tunai untuk bertransaksi juga mengalami penurunan. Saat ini penggunaan uang non tunai sedang menunjukkan grafik peningkatan.
Namun ia sendiri belum bisa memastikan berapa besaran kenaikan penggunaan uang elektronik di masyarakat. Karena data yang bisa digunakan adalah nasional. Hanya saja, ia memastikan tren penggunaan uang elektronik di masyarakat untuk bertransaksi mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya merchant non tunai di berbagai tempat.
Ia menandaskan tren penurunan penarikan atau peredaran uang di masyarakat akibat stabilnya perekonomian di wilayah ini. Sebab, hingga saat ini laju inflasi dapat terjaga dengan baik dan perekonomian di Yogyakarta terus menunjukkan angka pertumbuhan. Meski pertumbuhannya di angka yang sama dari bulan ke bulan, tetapi ekonomi di Yogyakarta tetap membaik.
"Ini bukan karena perlambatan ekonomi. Tetapi tren uang elektronik yang naik," tandasnya.
Hilman menambahkan menjelang Idul Fitri kemarin, uang yang ditarik oleh masyarakat dan perbankan mencapai Rp3,9 triliun. Dan hingga pekan pertama setelah hari raya, uang yang kembali ke Bank Indonesia baru sekitar Rp800 miliar. Meski sebenarnya uang tunai yang ditarik oleh bank tidak semuanya digelontorkan ke masyaakat. Biasanya jumlah tersebut akan berlipat di minggu ketiga setelah Idul Fitri.
Terkait dengan perputaran ekonomi selama libur lebaran, Hilman memperkirakan masih di bawah angka Rp5 triliun. Hal tersebut merujuk pada uang yang ditarik oleh masyarakat serta yang berada di dalam cadangan masing-masing bank.
Perputaran ekonomi masih terkonsentrasi di kota dan lokasi-lokasi wisata lainnya. "Tidak semua uang yang ada di bank dicairkan ke masyarakat," tambahnya.
(ven)
Lihat Juga :