ExxonMobil Makin Serius Kelola Gas di Papua Nugini

Senin, 18 Juli 2016 - 14:24 WIB
ExxonMobil Makin Serius...
ExxonMobil Makin Serius Kelola Gas di Papua Nugini
A A A
MELBOURNE - ExxonMobil Corp mengajukan penawaran pembelian saham senilai USD2,2 miliar kepada InterOil Corp, dalam upaya memperluas proyek gas alam di Papua Nugini. Proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di Papua direncanakan untuk menyaingi proyek Exxon lainnya yang sudah ada.

Dilansir Reuters, Senin (18/7/2016) Exxon berharap dengan tawaran kepada InterOil dapat mengikat dua proyek LNG dan membantu memotong biaya serta mempercepat pengembangan lapangan gas baru. Papua Nugini dianggap sebagai salah satu lokasi terbaik untuk proyek-proyek LNG karena gas berkualitas tinggi, biaya rendah dan dekat dengan konsumen LNG besar di Asia.

Diterangankan pengeboran awal pada tahun ini bisa membuktikan potensi yang dimiliki dengan perkiraan setidaknya mencapai 6.2 triliun kubik feed (tcf) gas. InterOil setidaknya punya kesempatan hingga 21 Juli untuk mengajukan apakah ada revisi dalam tawaran, meski ia mengaku sedang membuka pembicaraan dengan Total utuk tawaran yang lebih tinggi.

Sementara Total belum bersedia berkomentar terkait pengelolaan gas di Papua Nugini. "Ini jelas sangat positif bagi pemegang saham Interoil, dan juga untuk perusahaan minyak lainnya karena melalui kedatangan Exxon, mereka dapat mencetak keuntungan dari proyek-proyek," jelas analis Neil Beveridge yakni Bernstein,

ExxonMobil telah menawarkan USD45 untuk setiap saham InterOil ditambah pembayaran sebesar USD7,07 per saham untuk setiap triliun kaki kubik (tcfe) untuk sumber daya lebih dari 6.2 tcfe di ladang gas Elk-Antelope dan InterOil mengatakan maksimal 10 tcfe.

"ExxonMobil telah mengajukan tawaran untuk mendapatkan InterOil Corporation, yang kami percaya mewakili sebuah proposal yang menarik," ucap ExxonMobil dalam sebuah pernyataan lewat email.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
34 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
2 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved