USD Diperkirakan Halangi Rupiah Berbalik Menguat
Rabu, 20 Juli 2016 - 09:09 WIB
USD Diperkirakan Halangi Rupiah Berbalik Menguat
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah melemah tipis pada perdagangan kemarin, tertekan adanya aksi jual memanfaatkan pelemahan GBP-USD. Secara teknikal, rupiah membentuk hammer dalam tren yang masih cenderung sideways.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, ini menandakan pelaku pasar masih menunggu adanya sinyal dan konfirmasi untuk pergerakan selanjutnya apabila keluar dari tren sidewaysnya.
"Cenderung menguatnya laju USD dapat menjadi penghalang bagi berbalik arah menguatnya rupiah," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Dia memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.115/USD serta resisten Rp13.076/USD. Sementara, laju rupiah sempat menguat tajam di level Rp13.030/USD sebelum akhirnya kembali melemah tipis imbas adanya aksi ambil untung.
GBP juga terlihat melemah 0,46% terhadap USD ke level 1,31 seiring sikap pesimisme IMF dan Komisi Eropa terhadap outlook ekonomi Inggris dan global.
Selama masih belum adanya sentimen yang cukup signifikan terhadap pergerakan rupiah maka rupiah cenderung melanjutkan pergerakan konsolidasinya.
"Ditambah lagi, sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see jelang RDB-BI untuk mengetahui arahan kebijakan moneter Bank Indonesia," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, ini menandakan pelaku pasar masih menunggu adanya sinyal dan konfirmasi untuk pergerakan selanjutnya apabila keluar dari tren sidewaysnya.
"Cenderung menguatnya laju USD dapat menjadi penghalang bagi berbalik arah menguatnya rupiah," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Dia memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.115/USD serta resisten Rp13.076/USD. Sementara, laju rupiah sempat menguat tajam di level Rp13.030/USD sebelum akhirnya kembali melemah tipis imbas adanya aksi ambil untung.
GBP juga terlihat melemah 0,46% terhadap USD ke level 1,31 seiring sikap pesimisme IMF dan Komisi Eropa terhadap outlook ekonomi Inggris dan global.
Selama masih belum adanya sentimen yang cukup signifikan terhadap pergerakan rupiah maka rupiah cenderung melanjutkan pergerakan konsolidasinya.
"Ditambah lagi, sikap pelaku pasar yang cenderung wait and see jelang RDB-BI untuk mengetahui arahan kebijakan moneter Bank Indonesia," pungkasnya.
(ven)