Laba Bersih BCA Semester I Naik 12,1% Jadi Rp9,6 Triliun
Rabu, 20 Juli 2016 - 19:23 WIB
Laba Bersih BCA Semester I Naik 12,1% Jadi Rp9,6 Triliun
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada semester I/2016 mencatat laba bersih Rp9,6 triliun. Angka ini naik 12,1% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,5 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pendapatan operasional BCA yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lain juga naik 15,5% dari Rp22,6 triliun menjadi Rp26,1 triliun. Selanjutnya, penyaluran kredit masih tercatat positif.
"BCA berhasil mencapai hasil kinerja positif melalui penyaluran kredit secara hati-hati dan pengelolaan aktif dana pihak ketiga," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/7/2016).
BCA, kata dia, masih unggul di bidang transaksi perbankan yang tercermin dari pertumbuhan saldo rekening transaksi yakni rekening giro dan tabungan menjelang hari raya Idul Fitri. Hasilnya, dana pihak ketiga meningkat 7,8% (year on year/yoy) menjadi Rp490 triliun,
"ini ditopang oleh pertumbuhan rekening giro dan tabungan (CASA). Dana CASA tumbuh 10,2% (yoy) mencapai Rp381,3 triliun, berkontribusi sebesar 77,7% terhadap total dana pihak ketiga BCA pada akhir Juni 2016," jelas Jahja.
Sementara, dana tabungan BCA naik 12,6% (yoy) menjadi Rp260,9 triliun lalu dana giro naik sebesar 5,4% (yoy) menjadi Rp120,4 triliun. Selain itu, dana deposito relatif stabil sebesar Rp109,3 triliun.
"Pertumbuhan CASA yang solid serta pengurangan biaya dana telah memungkinkan BCA untuk mempertahankan marjin bunga bersih di level yang sehat meskipun telah dilakukan penurunan suku bunga di berbagai segmen kredit," pungkasnya.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pendapatan operasional BCA yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lain juga naik 15,5% dari Rp22,6 triliun menjadi Rp26,1 triliun. Selanjutnya, penyaluran kredit masih tercatat positif.
"BCA berhasil mencapai hasil kinerja positif melalui penyaluran kredit secara hati-hati dan pengelolaan aktif dana pihak ketiga," ujarnya di Jakarta, Rabu (20/7/2016).
BCA, kata dia, masih unggul di bidang transaksi perbankan yang tercermin dari pertumbuhan saldo rekening transaksi yakni rekening giro dan tabungan menjelang hari raya Idul Fitri. Hasilnya, dana pihak ketiga meningkat 7,8% (year on year/yoy) menjadi Rp490 triliun,
"ini ditopang oleh pertumbuhan rekening giro dan tabungan (CASA). Dana CASA tumbuh 10,2% (yoy) mencapai Rp381,3 triliun, berkontribusi sebesar 77,7% terhadap total dana pihak ketiga BCA pada akhir Juni 2016," jelas Jahja.
Sementara, dana tabungan BCA naik 12,6% (yoy) menjadi Rp260,9 triliun lalu dana giro naik sebesar 5,4% (yoy) menjadi Rp120,4 triliun. Selain itu, dana deposito relatif stabil sebesar Rp109,3 triliun.
"Pertumbuhan CASA yang solid serta pengurangan biaya dana telah memungkinkan BCA untuk mempertahankan marjin bunga bersih di level yang sehat meskipun telah dilakukan penurunan suku bunga di berbagai segmen kredit," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :