Tarif Tebusan Cocok, Pengusaha Ramai-ramai Ikut Tax Amnesty

Kamis, 21 Juli 2016 - 18:15 WIB
Tarif Tebusan Cocok,...
Tarif Tebusan Cocok, Pengusaha Ramai-ramai Ikut Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyambut baik program pengampunan pajak atau tax amnesty yang diluncurkan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Antusiasme pengusaha atas program tersebut pun dinilai cukup tinggi.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, antusiasme pengusaha tidak hanya datang dari pengusaha besar saja, melainkan juga pengusaha di daerah. Menurutnya, program amnesti pajak ini diperkirakan akan jauh lebih besar peminatnya dari masyarakat dalam negeri dibanding yang ada di luar negeri.

"Kalau dari Kadin melihatnya, deklarasi ini justru lebih banyaknya nanti nih dari dalam negeri. Karena ya kita pelapor pajak kita boleh dibilang rata-rata enggak terlalu akurat juga. Deklarasi ini justru kita melihatnya signifikan," katanya di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (21/7/2016).

(Baca Juga: JK: Tax Amnesty Itu Pengampunan Dosa Berjamaah)

Rosan menuturkan, para pengusaha juga sudah menerima tarif tebusan yang dipatok pemerintah. Adapun tarif tebusan untuk repatriasi adalah 2% pada periode tiga bulan pertama dan 3% untuk periode tiga bulan berikutnya. Sedangkan untuk tarif deklarasi yakni 4% untuk periode tiga bulan pertama, dan 6% untuk tiga bulan berikutnya.

"Rata-rata mereka sudah menerima dari tebusan itu, cukup cukup cukup baiklah cukup fair. Dan tentunya mereka juga kadang-kadang memastikan apakah nanti ke depan tidak akan dikorek-korek lagi, kan biasa," imbuh dia.

Menurutnya berbagai peraturan pendukung yang dikeluarkan pemerintah terkait program pengampunan pajak juga telah memberikan kepastian dan sinyal positif bagi para pengusaha yang ingin memanfaatkan tax amnesty. Pada dasarnya, kunci dari program ini adalah tarif tebusan serta kepastian yang diberikan pemerintah terhadap peserta pengampunan pajak.

"Kuncinya selain memang tebusan, uang tebusan yang risknable tetapi juga kenyamanan dan kepastian bahwa program ini akan berjalan dengan baik. Dan kedepan tidak akan lagi ada hal yang bikin mereka jadi khawatir," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Dunia Usaha Butuh Ketenangan...
Dunia Usaha Butuh Ketenangan dan Kepastian, Kadin Tolak Wacana Penahanan Restitusi Pajak
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
17 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
37 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
41 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
45 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
1 jam yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved