Swastanisasi Listrik, SP PLN Kecam Menteri Sudirman Said

Minggu, 24 Juli 2016 - 13:27 WIB
Swastanisasi Listrik,...
Swastanisasi Listrik, SP PLN Kecam Menteri Sudirman Said
A A A
JAKARTA - Serikat Pekerja PT Perusahaan Listrik Negara (SP PLN) mengecam pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang memaksa PLN untuk tunduk terhadap upaya swastanisasi pembangkit listrik dan peraturan yang merugikan PLN dan kelistrikan nasional

(Baca: Tak Pernah Sowan, Menteri ESDM Semprot Dirut PLN)

Ketum SP PLN Jumadis Abda mengatakan, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari PLN, pihaknya merasa mempunyai kewajiban moral untuk mengingatkan dan mengoreksi kebijakan yang keliru terhadap kelistrikan nasional.

Menurutnya, jika salah melangkah dan mengambil kebijakan termasuk adanya unsur kepentingan tertentu dalam penentuan arah kelistrikan ini, maka dampak kerugiannya bukan saja dirasakan oleh PLN tetapi juga bangsa dan negara serta seluruh masyarakat Indonesia.

"Sebab itu agar pengelolaan kelistrikan berjalan dengan baik, maka sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 2, tidak bisa dinafikan bahwa kelistrikan, termasuk cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak seharusnya dikuasai negara, oleh BUMN tentunya dalam hal ini PLN," kata dia dalam rilisnya, Jakarta. Minggu (24/7/2016).

Dia menilai, Sudirman sebagai orang yang bertanggung jawab mengawal kelistrikan dalam penguasaan negara justru bertingkah sebaliknya dan berusaha memarginalkan PLN untuk pembangunan kelistrikan.

(Baca: Jarang Komunikasi, Bos PLN Bantah Tak Akur dengan Menteri ESDM)

Terutama, lanjut Jumadis, di sektor pembangkit yang memberikan pengembalian (profit) yang lebih baik. Pembangunannya dan kepemilikan asetnya diserahkan kepada perusahaan perseorangan privat/swasta. Di mana, perusahaan negara disuruh membeli dengan sistem take or pay.

"Ambil tidak diambil energi listrik (kWh) yang dihasilkan pembangkit swasta itu maka PLN harus bayar. Akan ada kerugian PLN Rp140 triliun per tahun setelah selesai pembangunannya, dan potensi pemadaman di seluruh Indonesia seperti yang terjadi di Nias beberapa waktu lalu. Sehingga Indonesia menjadi Nias kedua," tuturnya.

Pihaknya memaparkan berbagai upaya swastanisasi dan keberpihakan kepada perusahaan privat itu dalam kelistrikan nasional oleh Menteri Sudirman. Di antaranya, upaya pemecahan kelistrikan di 6 Propinsi di Indonesia Timur. Lalu, program pembangunan pembangkit 35.000 MW yang melebihi kapasitas yang dibutuhkan dan kecenderungan seluruhnya diserahkan kepada swasta.

Selain itu, intervensi perubahan RUPTL terutama untuk porsi PLN dalam pembangunan pembangkit yang berusaha diperkecil, harga beli energi listrik (kWh) dari IPP PLTMH yang harus dibeli PLN kelewat mahal sesuai Permen ESDM No 19/2015 atau lebih mahal dari harga jual PLN kepada masyarakat.

(Baca: Sudirman Said Sebut PLN Doyan Protes Kebijakan)

Kemudian, Menteri ESDM mempertanyakan pembatalan pelelangan dan pengambil alihan pembangunan PLTU Jawa 5 oleh PLN untuk kepentingan sistem kelistrikan yang lebih baik di pulau Jawa. Terakhir, PLN diinstruksikan untuk tidak membangun pabrik penghasil kWh listrik (pembangkit) untuk program 35.000 MW. Di mana, PLN diminta membeli kWh saja dari swasta.

Atas dasar itu, SP PLN seluruh Indonesia mengecam upaya dan pernyataan Sudirman Said untuk menjadikan kelistrikan bangsa ini semakin terpuruk dan kerdil serta lebih mengedepankan kepentingan perusahaan privat/swasta, mengakomodir upaya swastanisasi kelistrikan yang pada akhirnya bisa membangkrutkan PLN.

Selain itu, membuat tarif listrik lebih mahal dan tidak stabil. Sehingga, berdampak terganggunya ekonomi bangsa Indonesia yang menyengsarakan seluruh masyarakat Indonesia.

"SP PLN menantang Menteri Sudirman Said untuk berdebat secara terbuka ke ruang publik di media televisi nasional untuk meng-clear-kan masalah ini dan agar dapat diketahui dan dipahami seluruh masyarakat Indonesia," tandas Jumadis.

Baca Juga:

Disemprot Sudirman Said, Ini Tanggapan Bos PLN
Sudirman Said Minta Rini Tak Jadikan PLN Cuma Cari Duit

Bos PLN Bantah Disebut Hanya Mencari Keuntungan
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Kategori PLTU yang...
4 Kategori PLTU yang Boleh Jualan Emisi Karbon
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Tingkatkan Kemudahan...
Tingkatkan Kemudahan Berusaha, Kementerian ESDM Luncurkan Formulir Standar Spesifik UKL/UPL Kegiatan Usaha Migas
Mantan Menteri ESDM...
Mantan Menteri ESDM Sudirman Said Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Petral
Kejagung Periksa Mantan...
Kejagung Periksa Mantan Menteri ESDM Sudirman Said Terkait Dugaan Korupsi Petral
Antologi Kedua Pemikiran...
Antologi Kedua Pemikiran Sudirman Said, Bergerak dengan Kewajaran
Berita Terkini
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
30 menit yang lalu
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
1 jam yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
2 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
3 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
3 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
3 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved