Waspadai Pelemahan Lanjutan Nilai Tukar Rupiah

Senin, 25 Juli 2016 - 07:57 WIB
Waspadai Pelemahan Lanjutan...
Waspadai Pelemahan Lanjutan Nilai Tukar Rupiah
A A A
JAKARTA - Masih cenderung melemahnya sejumlah mata uang terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berimbas pada pergerakan rupiah. Ditambah lagi dengan tetapnya BI rate yang dipersepsikan kurang memberikan dorongan pada laju rupiah.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menilai kondisi saat ini masih memungkinkan BI rate berada di level sekarang. "Apalagi, bulan depan juga akan berubah level reference rate-nya. Sehingga, perubahan akan dilakukan saat itu dengan melihat kondisi ekonomi dalam negeri. Waspadai akan pelemahan lanjutan rupiah," ujarnya di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Dia menjelaskan, laju rupiah akhir pekan lalu hampir mendekati target area resisten Rp13.058/USD, namun gagal bertahan. Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran level Rp13.150/USD-Rp13.062/USD.

Sementara, masih tertekannya pergerakan USD di awal pekan kemarin terlihat dari menguatnya EUR serta GBP terhadap USD, kembali membuat mata uang Eropa tersebut melanjutkan penguatannya di awal pekan.

Masih belum adanya sentimen signifikan yang mampu memengaruhi pergerakan, baik USD maupun mata uang lainnya membuat jalannya perdagangan cenderung konsolidasi. Hanya mata uang Turki yang terdepresiasi sekitar 5% terhadap USD merespons adanya gejolak politik setempat.

Adanya berita proyeksi ADB terhadap ekonomi Indonesia di angka 5,2%, serta stabilnya harga komoditas pangan nasional yang berimbas pada penurunan angka kemiskinan hanya ditanggapi mendatar.

Jelang diumumkannya BI Rate, sikap pelaku pasar cenderung wait and see untuk mengetahui arahan kebijakan moneter Bank Indonesia. Sehingga, membuat rupiah masih belum mampu keluar dari zona konsolidasinya, bahkan cenderung melemah.

Sementara itu, USD bergerak variatif di mana mampu menguat tipis terhadap EUR dan menguat terhadap JPY, namun melemah terhadap GBP. Di sisi lain, melemahnya Lira Turki yang berimbas pada mata uang emerging market lainnya serta masih melemahnya harga komoditas turut berimbas pada mata uang rupiah.

"Laju rupiah sempat menguat tajam di level Rp13.030/USD sebelum akhirnya kembali melemah tipis imbas adanya aksi ambil untung. GBP juga terlihat melemah terhadap USD seiring sikap pesimisme IMF dan Komisi Eropa terhadap outlook ekonomi Inggris dan global," pungkas Reza.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Berpeluang Perkasa Saat Dolar AS Mengalami Tekanan
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
24 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
40 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
Libur Lebaran 28 Maret-1...
Libur Lebaran 28 Maret-1 April 2025, Waspadai Banjir Rob Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved