Gaduh, Kementerian ESDM-PLN Diminta Samakan Persepsi

Senin, 25 Juli 2016 - 14:46 WIB
Gaduh, Kementerian ESDM-PLN...
Gaduh, Kementerian ESDM-PLN Diminta Samakan Persepsi
A A A
JAKARTA - Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) berharap pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) segera mengakhiri kegaduhan di ranah publik. Produsen berharap keduanya duduk satu meja, menyatukan persepsi dan paradigma tentang proyek 35.000 Megawatt (MW).

(Baca: Tak Pernah Sowan, Menteri ESDM Semprot Dirut PLN)

"Kita berharap baik pemerintah yang diwakili Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Direksi PLN untuk menahan diri dan tidak saling serang di ranah publik. Sebaiknya, kedua pihak yang masih satu entitas segera duduk bersama, satukan persepsi, dan paradigma tentang program fast track ini," ujar Sekretaris Jenderal APLSI Priamanaya Djan dalam rilisnya, di Jakarta, Senin (25/7/2016).

Menurutnya, baik Kementerian ESDM maupun PLN sejatinya merupakan satu entitas yang secara struktural segaris dalam ketatanegaraan. Sebab itu, keduanya harus solid dan harmonis dalam menjalankan program 35.000 MW yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Apalagi, setelah dikaji Jokowi, perkembangan dari 35.000 MW ini tidak memuaskan beberapa waktu lalu. Kementerian sebagai regulator dan PLN sebagai pelaksana harus kompak dan harmonis.

(Baca: Jarang Komunikasi, Bos PLN Bantah Tak Akur dengan Menteri ESDM)

"Persepsi tentang proyek ini ke depan harus diselaraskan keduannya. Jangan ada multitafsir di antara keduanya, sehingga pendekatan-pendekatan dalam mengeksekusi program tersebut tidak menimbulkan kekisruhan atau kegaduhan lagi," tuturnya.

Ketua Harian APLSI Arthur Simatupang berharap agar keduanya menciptakan ketenangan dalam mengejar terlaksananya program ini. Apalagi, pengerjaan program ini banyak kendala.

(Baca: Disemprot Sudirman Said, Ini Tanggapan Bos PLN)

"Tapi, semua stakeholders harus tenang. Kedua pihak harus meningkatkan komunikasi yang baik secara internal agar tidak menimbulkan kebingungan dan kegaduhan di kalangan produsen dan pasar," ujar Arthur.

Regulator harus menjaga iklim investasi yang baik, sebab di belakang produsen banyak rantai industri lainnya yang terlibat baik lembaga keuangan, pelaksana konstruksi, konsultan dan sebagainya.

"Ini kan rantai pasar yang besar dan luas serta melibatkan investasi yang besar dan jangka panjang. Jangan sampai menimbulkan banyak ketidakpastian," tandasnya.

Baca Juga:

Bos PLN Bantah Disebut Hanya Mencari Keuntungan
Swastanisasi Listrik, SP PLN Kecam Menteri Sudirman Said
Sudirman Said Sebut PLN Doyan Protes Kebijakan
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Kategori PLTU yang...
4 Kategori PLTU yang Boleh Jualan Emisi Karbon
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Tingkatkan Kemudahan...
Tingkatkan Kemudahan Berusaha, Kementerian ESDM Luncurkan Formulir Standar Spesifik UKL/UPL Kegiatan Usaha Migas
Kabar Gembira! Tarif...
Kabar Gembira! Tarif Listrik Tidak Naik hingga Juni 2021
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Kementerian ESDM Sebut...
Kementerian ESDM Sebut Tarif Listrik Berpotensi Turun, Ini Sebabnya
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved