Wall Street Merosot Terbebani Anjloknya Harga Minyak

Selasa, 26 Juli 2016 - 08:26 WIB
Wall Street Merosot...
Wall Street Merosot Terbebani Anjloknya Harga Minyak
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin (Selasa pagi WIB) ditutup merosot menjauh dari rekor tertinggi. Hal ini dikarenakan harga minyak membebani saham energi dan investor masih menunggu laporan triwulanan.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (26/7/2016), Indeks Dow Jones industrial average merosot 0,42% menjadi 18.493,06 poin, Indeks S&P 500 turun 0,3% menjadi 2.168,48, dan Nasdaq Composite turun tipis 0,05% menjadi 5.097,63.

(Baca: Harga Minyak Dunia Jatuh Gara-gara Kelebihan Pasokan)

Saham jatuh hampir di seluruh perdagangan, dengan penurunan sektor energi di Indeks S&P 500 dan sektor konsumen diskresioner pemenang tunggal, dibantu oleh kenaikan Target (TGT.N) sebesar 1,84%.

Awal negatif untuk pekan ini, yang mencakup pendapatan dari 190 perusahaan S&P 500 serta pertemuan kebijakan Federal Reserve, mengerem kenaikan 9% sejak 27 Juni.

Harga minyak jatuh ke posisi terendah dalam dua setengah bulan di tengah kekhawatiran akan terjadi kelebihan produksi global dan akan menjadi hambatan pada pasar untuk beberapa waktu. Sektor energi di Indeks S&P turun 1,99% dan menjadi penurunan terdalam sejak akhir Juni.

"Laba telah memberikan perpanjangan reli selama sepekan terakhir tapi kami sedikit berbusa. Kami sedang mendekati ekstrem dalam hal penilaian. Apa yang kita lihat adalah pasar dapat sedikit bernapas," kata David Schiegoleit, managing director dari investasi Reserve AS Bank.

Laba dari perusahaan di Indeks S&P 500 diperkirakan turun 3,7% pada kuartal kedua, dibanding penurunan 5% yang diperkirakan pada awal musim, menurut data Thomson Reuters.

Saham Apple (AAPL.O) turun 1,33% setelah BGC memotong stok untuk "menjual" menjelang laporan pendapatan perusahaan hari ini. Setelah penutupan, saham Gilead Sciences (GILD.O) turun 3% dan saham Sanmina (SANM.O) turun 12,6% menyusul laporan kuartalan mereka.

Saham Yahoo (YHOO.O) juga tercatat turun 2,69% setelah setuju untuk menjual bisnis inti internet untuk Verizon (VZ.N) sebesar USD4,8 miliar, di mana saham Verizon sendiri juga turun 0,41%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
4 jam yang lalu
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
6 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
6 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
8 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
9 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved