Pemerintah Pantau Perkembangan Perpanjangan Kontrak Freeport

Selasa, 26 Juli 2016 - 18:10 WIB
Pemerintah Pantau Perkembangan...
Pemerintah Pantau Perkembangan Perpanjangan Kontrak Freeport
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, pemerintah sampai saat ini masih memantau perkembangan perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia. Lanjut dia perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat (AS) itu selalu diingatkan pemerintah soal aturan dalam perpanjangan kontrak baru.

"Tugas pemerintah membina badan usaha dan semua yang mereka sampaikan kita tangkap sebagai satu bahan kebijakan. Saya sampaikan bahwa Freeport masih menunggu kepastian mengenai perpanjangan. Saya kira semua badan usaha seperti itu, tidak hanya Freeport," kata Sudirman di DPR RI, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

(Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Kontrak Baru Freeport Diputuskan 2019)

Sementara terkait keinginan Freeport membangun smelter atau pabrik pemurnian mineral di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dijelaskan semuanya akan visible kalau pasokan bahan mentahnya tersedia. Freeport sendiri telah mengajukan izin kepada Badan Penanaman Modal Jawa Timur untuk membangun smelter di kawasan JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate).

Lahan yang diperlukan seluas 100 hektare, sedangkan nilai investasinya mencapai sekitar Rp30 triliun. "Karena bagian atas tanah sudah mau habis. Tambang bawah tanah dibangun kalau sudah ada kepastian, ini satu rangkaian yang mesti dipahami masyarakat. Itu yang mereka ajukan dan kita suarakan di berbagai forum," katanya.

(Baca Juga: Pemerintah Nilai Harga Ideal Divestasi Freeport Rp8,19 T)

Dia juga mengingatkan kepada badan usaha tentang situasi yang terjadi saat ini, dimana perekonomian global masih belum pulih sehingga berdampak ke harga komoditas tambang yang jatuh. Dengan demikian, menurutnya pemerintah harus membuat berbagai aturan baru, sektor tambang dan mineral Indonesia tidak semakin terpuruk.

"Oh kita selalu ingatkan. Terus ingatkan kontrak, ingatkan aturan. Segala situasi kita sampaikan. Risiko kita sampaikan dan kewajiban kita sebagai regulator mengingatkan supaya seluruh badan usaha ikuti aturan kita," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Freeport Teriak Izin...
Freeport Teriak Izin Ekspor Belum Terbit, Begini Jawaban Kementerian ESDM
Telan Dana USD1,5 Miliar,...
Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%
7 Pekerja Freeport Terjebak...
7 Pekerja Freeport Terjebak Longsor di Tambang Bawah Tanah, ESDM Pastikan Penanganan Cepat
Pembangunan Smelter...
Pembangunan Smelter Freeport Baru 6%, DPR: Akal-akalan Saja!
Freeport Terancam Tak...
Freeport Terancam Tak Bisa Ekspor Usai Juni 2023, Begini Perkaranya
Menteri ESDM Kirim Tim...
Menteri ESDM Kirim Tim Investigasi Terkait Kebakaran Smelter Freeport
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved