Izin Mandek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Dibangun

Selasa, 26 Juli 2016 - 18:31 WIB
Izin Mandek, Kereta...
Izin Mandek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Belum Dibangun
A A A
JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengemukakan bahwa saat ini pihaknya belum memulai proses pembangunan kereta api cepat rute Jakarta-Bandung. Hal ini lantaran izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak kunjung dikantongi.

(Baca Juga: Kementerian BUMN Klaim Izin Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sudah Terbit)

Direktur Utama KCIC Hanggoro Budi Wiryawan mengemukakan, saat ini pihaknya masih menunggu penerbitan izin oleh Kemenhyv untuk total 142 km. Apalagi, KCIC memutuskan untuk meningkatkan daya lesat kereta cepat dari sebelumnya 250 kilometer (km) per jam menjadi 350 km per jam. Sehingga, izin pembangunan sejauh 5 km yang sebelumnya sudah dikantongi harus direvisi kembali.

"Iya jadi yang 5 km pertama juga direvisi. Kami masih menunggu (izin pembangunan) dari Perhubungan ada beberapa yang harus kita penuhi. Mudah-mudahan beberapa saat lagi bisa," katanya di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Sementara terkait pembebasan lahan, dia menerangkan saat ini sudah membebaskan sekitar 60% lahan yang diperlukan untuk pembangunan kereta cepat. Sayangnya, 60% lahan yang telah dibebaskan tersebut tidak utuh dan lokasinya terpencar.

"Ya masih ada proses sosialisasi (lahan), ada yang sudah dibayar, semua ini harus paralel. Masih mencar-mencar, andalan kita kan lahan yang di Walini itu 1.200 ha, sepanjang koridor jalan tol, jadi kurang lebih sudah 60%," imbuh dia.

(Baca Juga: Contek China, Daya Lesat Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditambah)

Tak hanya itu, KCIC juga masih harus berurusan dengan TNI Angkatan Udara untuk izin penggunaan lokasi di Halim Perdanakusumah. Sejauh ini, pihaknya masih melakukan mediasi agar dapat menggunakan lahan di Halim untuk pembangunan stasiun kereta cepat.

"Halim masih proses mediasi sudah mulai mengerucut, ya mudah-mudahan, kami harap dapat lampu hijau segera," tuturnya.

Lanjut dia seluruh proses pembangunan tersebut hingga kini masih dalam tahap persiapan. Dia berharap, tahun ini dapat meningkatkan progress pembangunan kereta cepat minimal hingga 15%.

"Ya semua masih persiapan, kalau kita buat tanpa prosedur kan tidak bisa. Jadi kita buat secara prosedur tidak melanggar hukum. Tahun ini kita harapkan bisa 15% lah," pungkas Hanggoro.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan groundbreaking pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sejak 21 Januari 2016. KCIC selaku operator baru mendapatkan izin pembangunan untuk 5 kilometer (km) pertama, yakni pada KM 95+00 hingga KM 100+00.

Namun, di tengah jalan KCIC memutuskan untuk mengubah kecepatannya dari 250 km per jam menjadi 350 km per jam. Oleh karena itu, KCIC pun harus merevisi kembali izin pembangunan untuk 5 km pertama yang telah dikantongi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Progres Kereta Cepat...
Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 80%, Girder Box Sudah Dipasang
118 Ton Besi Digondol...
118 Ton Besi Digondol Maling, Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jalan Terus
Kereta Cepat Jakarta-Bandung:...
Kereta Cepat Jakarta-Bandung: Cermin Hubungan Diplomatik, Perdagangan, dan Perindustrian
Whoosh Dua Bulan Beroperasi,...
Whoosh Dua Bulan Beroperasi, Ini Deretan Klaim KCIC
Tuai Kontroversi, Ini...
Tuai Kontroversi, Ini 5 Fakta Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Catat! Harga Tiket Kereta...
Catat! Harga Tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dijual Rp125-Rp250 Ribu di 3 Tahun Awal
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
7 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
7 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
9 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
12 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
15 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
15 jam yang lalu
Infografis
Proyek Kereta Cepat...
Proyek Kereta Cepat Whoosh Rugikan WIKA Rp7,12 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved