Wall Street Berakhir Mixed Terseret Saham Twitter

Rabu, 27 Juli 2016 - 09:53 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mixed Terseret Saham Twitter
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin waktu setempat berakhir mixed saat petinggi The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) dijadwalkan akan menggelar pertemuan dua hari kedepan. Di sisi lain investor tengah bersiap jelang laporan kuartalan dari Apple dan Twitter.

Dilansir Reuters, Rabu (27/7/2016) perdagangan saham di Negeri Paman Sam -julukan AS- bergelombang diikuti kenaikan indeks S & P 500. Tercatat lima dari 10 sektor utama indeks S&P mengalami kenaikan, sementara indeks layanan telekomunikasi menyusut sebesar 1,49%.

Indeks Dow Jones industrial average merosot 0,1% dan berakhir ke level 18.473,75 dan indeks S & P 500 naik tipis 0,03% menjadi 2.169,8 setelah sempat dalam pergerakannya mencetak kerugian. Sedangkan komposit Nasdaq bertambah 0,24% ke level 5.110,05.

Beberapa saham yang melemah di antaranya Verizon komunikasi (VZ.N) jatuh 1,9%, sementara saham Caterpillar's (CAT.N) melompat 5,16% untuk menyentuh level tertinggi dalam satu tahun. The Fed yang mulai menggelar pertemuan ini, diharapkan dapat memberikan kepastian seputar kenaikan suku bunga acuan AS.

Laporan data ekonomi yang kuat sebelumnya termasuk data perumahan diyakini memperkuat sinyal Fes untuk menaikkan suku bunga lebih awal dari antisipasi pasar. "Hal yang sebenarnya dicari adalah potensi kenaikan suku bunga pada September?" ucap Kepala Investasi Commonwealth Financial Network Brad McMillan.

Pergerakan variatif Wall Street dipengaruhi pergerakan negatif saham Twitter (TWTR.N) yang terpuruk hingga 9% setelah melaporkan pendapatan triwulanan melambat sejak go public pada 2013. Sementara saham Apple (AAPL. O) sempat tergelincir 0,69%, namun di akhir perdagangan melonjak mencapai 4%. Sekitar 6,5 miliar saham bergerak pada perdagangan di di bawah rata-rata harian hampir 6,8 miliar selama 20 sesi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
23 menit yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
1 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
1 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
1 jam yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
2 jam yang lalu
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved