Sri Mulyani Sebut Target Penerimaan Negara 2016 Ambisius

Kamis, 28 Juli 2016 - 17:45 WIB
Sri Mulyani Sebut Target...
Sri Mulyani Sebut Target Penerimaan Negara 2016 Ambisius
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui target penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016, yang sebesar Rp1.786,225 triliun terlalu ambisius. Padahal target tersebut sudah diturunkan oleh menkeu sebelumnya, Bambang Brodjonegoro, dari angka semula Rp1.822,545 triliun di APBN 2016.

Selain target penerimaan negara yang cukup ambisius, kata Sri Mulyani, pihaknya juga harus memutar otak untuk mencapai target dana warga negara Indonesia (WNI) yang masuk lewat program pengampunan pajak (tax amnesty).

"Hari ini kita melaporkan kepada Bapak Presiden, persiapan untuk pelaksanaan tax amnesty maupun keseluruhan perencanaan penerimaan negara tahun 2016. Kita menyadari bahwa di dalam APBN 2016 ini selain target penerimaannya cukup ambisius, juga ditambah dengan target penerimaan dari amnesti," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Kendati demikian, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini tidak mau terlalu cepat mengambil kesimpulan mengenai kemungkinan tercapai atau tidak tercapainya penerimaan negara tahun ini. Dirinya masih akan mempelajari secara keseluruhan mengenai postur anggaran yang telah ditetapkan oleh pendahulunya tersebut. (Baca: Bos OJK Minta Sri Mulyani Fokus Stabilisasi Sistem Keuangan)

"Saya kan baru 24 jam jadi menkeu. Jadi kita lihat semuanya. Jadi pada saat ini yang kita lihat adalah APBN yang sudah disetujui. Ya kita perhatikan berapa banyak dan apa yang sudah disepakati itu berapa target penerimaannya," imbuh dia.

Selain itu, Sri Mulyani juga akan mengkaji secara lebih mendalam titik mana dari target penerimaan negara yang paling lemah dan sulit untuk dicapai. Setelah itu, baru pihaknya akan mencari cara bagaimana untuk mencapai target tersebut.

"Saya tidak mengatakan apa-apa, saya rasa yang paling baik adalah sekarang lihat, dikaji, didalami, dipersiapkan. Nanti kita akan tau apakah bisa dicapai, kalaupun bisa dicapai caranya bagaimana," tuturnya.

Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah membangun kepastian di dalam internal Kementerian Keuangan, kepastian kepada para pelaku usaha, dan kepastian mengenai arah dan kebijakan pemerintah ke depannya. Seluruh jajaran Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan juga harus disiapkan untuk melaksanakan tugas negara ini dengan baik.

"Karena itu yang paling penting supaya kami bisa jalan kembali. Ketidakpastian harus diturunkan sehingga para pelaku ekonomi bisa melakukan perencanaan kegiatan ekonominya," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN Baru 2 Bulan Sudah...
APBN Baru 2 Bulan Sudah Defisit Rp31,2 T, Misbakhun Singgung Masalah Coretax
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Terima Penghargaan,...
Terima Penghargaan, Pengusaha Pribumi Ini Dukung APBN Lewat Pajak
Pengumuman Kinerja APBN...
Pengumuman Kinerja APBN Molor, Sri Mulyani Ungkap Masalahnya
Cerita APBN Kita
Cerita APBN Kita
Sri Mulyani Ceria, Kantongnya...
Sri Mulyani Ceria, Kantongnya Terisi Rp1.448 Triliun
Berita Terkini
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
13 menit yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
24 menit yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
3 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
3 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
4 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved