Sukseskan Tax Amnesty, Sri Mulyani Minta Pegawai Pajak Bertindak Jujur

Kamis, 28 Juli 2016 - 20:03 WIB
Sukseskan Tax Amnesty,...
Sukseskan Tax Amnesty, Sri Mulyani Minta Pegawai Pajak Bertindak Jujur
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta seluruh pegawai di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dapat bertindak jujur dan tidak memiliki konflik kepentingan apapun, dalam menjalankan tugasnya mengawal program pengampunan pajak (tax amnesty). Hal ini demi menyukseskan program amnesti pajak yang dirintis pendahulunya, Bambang Brodjonegoro.

Menurutnya, untuk menyukseskan program tersebut maka seluruh personel pajak harus memiliki kesiapan matang. Bahkan, kesiapan yang harus dimiliki tersebut idak hanya untuk melaksanakan program tax amnesty, melainkan juga untuk mengamankan penerimaan negara secara umum.

"Itu berarti membutuhkan para personal yang paham mengenai peraturan, paham mengenai bagaimana menjelaskan dan mereka mempunyai jiwa untuk melayani," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Baca: Bambang Brodjonegoro Titipkan Tax Amnesty ke Sri Mulyani

Permintaan Sri Mulyani tentu saja tidak ingin meruntuhkan kepercayaan publik kepada Ditjen Pajak, seperti kasus Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika. Publik masih belum lupa oleh aksi pegawai pajak tersebut. Pada 2010, pegawai Dirjen Pajak Golongan III A, Gayus ditemukan terlibat kasus penggelapan dan pencucian uang hingga ratusan miliar rupiah. Adapun Dhana pada 2013 menerima gratifikasi (suap) senilai Rp2,75 miliar terkait kepengurusan utang pajak PT Mutiara Virgo.

Karena itu, perempuan asal Bandar Lampung ini menekankan bahwa pegawai pajak harus mampu membangun kepercayaan publik kepada pemerintah, khususnya Ditjen Pajak Kemenkeu. Untuk mencapainya, profesionalisme dan integritas sangat dibutuhkan agar kepercayaan di masyarakat terus tumbuh.

"Yang paling penting ini adalah terus menerus melayani, untuk membangun kepercayaan luar biasa itu terus menerus diulangi. Untuk itu mereka harus jujur, tidak boleh punya konflik kepentingan, dan mereka harus berlaku secara profesional untuk menumbuhkan kepercayaan publik," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waduh, Sri Mulyani Lihat...
Waduh, Sri Mulyani Lihat Masih Ada Celah Penggelapan Pajak di Indonesia
Amankan Rp2,8 Triliun...
Amankan Rp2,8 Triliun dari Penegakan Hukum Pajak, DJP dan Bareskrim Polri Perbarui Kerja Sama
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
3 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
4 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
4 jam yang lalu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
4 jam yang lalu
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved