Pengamat Pajak Minta Sri Mulyani Harus Bisa Konsolidasi

Jum'at, 29 Juli 2016 - 00:51 WIB
Pengamat Pajak Minta...
Pengamat Pajak Minta Sri Mulyani Harus Bisa Konsolidasi
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis, Yustinus Prastowo mengatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani harus segera berkonsolidasi dengan pejabat eselon-eselon di kementeriannya, terutama soal kebijakan yang telah dibuat oleh menteri yang sebelumnya. Salah satunya tax amnesty. Pasalnya, dia sudah cukup lama berada di luar negeri, sehingga harus belajar mengenai detail-detail kebijakan yang telah dibuat.

Jangan sampai, kata Prastowo hanya menjadi gayung bersambut namun tidak ada action dari semua kebijakan yang telah dikeluarkan. (Baca: Sukseskan Tax Amnesty, Sri Mulyani Minta Pegawai Pajak Bertindak Jujur)

"Memang tapi harus dimaintance, jangan sampai hanya menjadi harapan, cuma gayung bersambut. Karena mengelola harapan ini yang penting. Pasar sekarang menantikan sinyal yang bagus dan ekspektasi yang tinggi. Kalau misalnya Sri Mulyani tidak bisa mengelola, market kan akan menghukum. Dia butuh untuk konsolidasi lebih cepat," Kata Prastowo di Jakarta, Kamis (28/7/2016).

Selain itu, Sri Mulyani juga harus melakukan reformasi fiskal, utamanya untuk APBN. Dia harus membuat perencanaan yang lebih kredibel dan baik. "Sehingga APBN itu untuk ke depannya semakin realistis," katanya.

Disamping itu, lanjutnya, sektor belanja juga penting. Menurut Prastowo, Indonesia harus memperbaiki sistem dan mekanisme dalam penyerapan APBN dan money follow program.

"Dia harus mendiorong supaya anggaran terserap dengan baik dan uang pajak terasa manfaatnya. Karena kalau tidak, saya rasa kepatuhan soal pajaknya akan turun. Karena hampir semuanya dari pajak," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Per 1 Juli Netflix dan...
Per 1 Juli Netflix dan Zoom Dikenai Pajak
Dihantam Covid-19, hingga...
Dihantam Covid-19, hingga April Penerimaan Pajak Turun 0,9%
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Penerimaan Pajak dari Sektor Digital
Pajak Digital Belum...
Pajak Digital Belum Disepakati G20, Sri Mulyani Ungkap Gara-gara AS
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Ini Lho Alasan Kenapa...
Ini Lho Alasan Kenapa Sepeda Masuk Objek Wajib Lapor SPT
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved