Wall Street Berakhir Lebih Rendah Terbebani Sektor Energi

Selasa, 02 Agustus 2016 - 09:24 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Lebih Rendah Terbebani Sektor Energi
A A A
NEW YORK - Wall Street berakhir melemah saat indeks S & P 500 serta Dow Jones ditutup lebih rendah pada perdagangan kemarin (Senin) waktu setempat, terseret penurunan saham sektor energi. Sementara saham teknologi seperti Apple dan Alphabet membantu mengangkat Nasdaq ke posisi tertinggi dalam satu tahun.

Dilansir Reuters, Selasa (2/8/2016) indeks S & P 500 telah memukul rekor tinggi di awal sesi, namun gagal menahan keuntungan setelah harga minyak mentah AS merosot hingga berada di bawah level USD40 per barel. Ini menjadi yang terendah sejak April, ketika pada sesi sebelumnya menetap di posisi USD40,06 per barel.

"Minyak sekali lagi telah muncul untuk menyetir bagaimana investor mengukur tren untuk ekuitas. Sekarang kita melihat ada kekhawatiran terkait membanjirnya pasokan minyak dan berdampak kepada ekuitas," ucap Strategi Pasar Senior Global Markets Advisory Group Peter Kenny di New York.

Tercatat Dow Jones industrial average jatuh sebesar 27,73 poin atau 0,15% ke level 18.404,51, sementara indeks S&P 500 kehilangan 2,76 poin atau 0,13% ke level 2.170,84. Di sisi lain komposit Nasdaq bertambah 22,07 poin atau 0,43% ke level 5.184,20. Nasdaq ditutup pada tingkat tertinggi sejak 21 Juli 2015.

Indeks S&P 500 telah meningkat sekitar 3,6% sepanjang Juli untuk menjadi bulan terbaik sejak Maret dan sempat sempat menyentuh rekor tertinggi sebanyak tujuh kali. Hal ini seperti menjadi sinyal ekonomi AS dan pendapatan perusahaan kuartalan tidak seburuk yang ditakutkan pada awalnya.

Beberapa saham yang mengalami kemerosotan di antaranya Exxon (XOM. N) dan Chevron (CVX.N) mencapai 3,1% dan 3,3% untuk masing-masing dan kemudian menyeret Dow dan S & P 500 ke posisi lebih rendah. Sektor energi S & P telah kehilangan sekitar 3,3%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
7 menit yang lalu
Jetex dan Republik Manor...
Jetex dan Republik Manor Sinergi Kembangkan Layanan Aviasi Privat di Indonesia
9 jam yang lalu
Dampingi Presiden Resmikan...
Dampingi Presiden Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi
9 jam yang lalu
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
9 jam yang lalu
Mendorong Penguatan...
Mendorong Penguatan Tata Kelola Bank Jakarta, Serikat Karyawan Beri 4 Rekomendasi Strategis
10 jam yang lalu
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan...
YBM PLN EPI Dorong Pendidikan Lingkungan melalui Wisata Edukasi
10 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved