Investor China Frustasi Inggris Tunda Proyek Nuklir Hinkley

Selasa, 02 Agustus 2016 - 14:24 WIB
Investor China Frustasi...
Investor China Frustasi Inggris Tunda Proyek Nuklir Hinkley
A A A
LONDON - Keputusan Inggris untuk menunda keputusan akhir seputar proyek nuklir Hinkley Point telah membuat investor China frustasi menurut kantor berita Xinhua. Pihak China disebutkan tidak akan mentolerir terkait tuduhan yang dilayangkan pihak Inggris terhadap investor Negeri Tirai Bambu -julukan China- tersebut.

Dilansir BBC, Selasa (2/8/2016) investor tidak mengerti dari datangnya tuduhan kepada pihak China setelah laporan yang beredar menyebutkan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May menunda proyek Hinkley Point karena masalah keamanan nasional terkait adanya peran China dalam proyek tersebut.

Terkait hal tersebut pemerintah China mengeluarkan pernyataan resmi agar segera dicarikan solusi. Perusahaan asal Prancis EDF, menjadi pihak yang paling besar dalam pembiayaan mayoritas proyek senilai 18 triliun pounds yang pekan ini mencapai kesepakatan investasi.

Namun langkah mengejutkan diambil pihak Inggris menerangkan akan meninjau terkait skema proyek dan akan akan membuat keputusan di musim gugur mendatang. China sendiri berperan mendanai sepertiga dari proyek tersebut. Menanggapi penundaan tersebut China Nuklir Corporation (CGN) mengatakan penundaan Hinkley Point sebagai kejutan dan menambahkan, semua orang di perusahaan ini bingung.

Perusahaan ini mengatakan kalau hal tersebut merupakan investasi yang besar dalam infrastruktur penting dan PM ingin benar-benar yakin dia mengerti semua masalah dan konsekuensi. Perusahaan frustrasi dengan cara pemerintah yang telah membingkai alasan untuk penundaan dengan masalah keamanan.

Sebelumnya ada beberapa pihak yang telah menyuarakan keprihatinan serius tentang investasi China di daerah yang bisa mengancam keamanan Inggris. Hingga akhirnya pihak Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- menunda kesepakatan disaat-saat terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
6 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
7 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved