Rupiah Hari Ini Belum Akan Bangkit Melawan
Rabu, 03 Agustus 2016 - 09:12 WIB
Rupiah Hari Ini Belum Akan Bangkit Melawan
A
A
A
JAKARTA - Rupiah diperkirakan pada awal perdagangan hari ini masih sulit membaik, setelah kemarin gagal memanfaatkan pelemahan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Mata uang Garuda diprediksi akan bergerak di kisaran level support Rp13.107/USD serta resisten Rp13.077/USD.
"Pelemahan disebabkan seiring harga minyak dunia yang terus merosot di area USD40/barel," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (3/8/2016).
(Baca Juga: Rupiah Ditutup Tertekan Saat Euro Membaik)
Sementara, mata uang yen terlihat mampu untuk berbalik menguat pada perdagangan kemarin, setelah pemerintah setempat menyetujui adanya paket kebijakan stimulus senilai 28 triliun yen guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Nilai tersebut resmi diumumkan setelah BoJ (Bank of Japan) serta menteri keuangan mengadakan pertemuan. Adanya sentimen ini membuat laju USD tertekan tidak hanya terhadap Yen, namun turut melemah terhadap EUR, GBP, NZD, serta AUD," pungkasnya.
Sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan kemarin berakhir variatif cenderung tertekan saat euro meningkat untuk pertama kalinya dalam satu bulan terakhir. Sementara pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Australia gagal melemahkan dolar Australia.
"Pelemahan disebabkan seiring harga minyak dunia yang terus merosot di area USD40/barel," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (3/8/2016).
(Baca Juga: Rupiah Ditutup Tertekan Saat Euro Membaik)
Sementara, mata uang yen terlihat mampu untuk berbalik menguat pada perdagangan kemarin, setelah pemerintah setempat menyetujui adanya paket kebijakan stimulus senilai 28 triliun yen guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
"Nilai tersebut resmi diumumkan setelah BoJ (Bank of Japan) serta menteri keuangan mengadakan pertemuan. Adanya sentimen ini membuat laju USD tertekan tidak hanya terhadap Yen, namun turut melemah terhadap EUR, GBP, NZD, serta AUD," pungkasnya.
Sebelumnya nilai tukar rupiah terhadap USD pada perdagangan kemarin berakhir variatif cenderung tertekan saat euro meningkat untuk pertama kalinya dalam satu bulan terakhir. Sementara pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Australia gagal melemahkan dolar Australia.
(akr)