Pemerintah Klaim UKM Siap Hadapi Pasar Global
Rabu, 03 Agustus 2016 - 11:59 WIB
Pemerintah Klaim UKM Siap Hadapi Pasar Global
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM mengklaim bahwa UKM di Tanah Air pada dasarnya telah siap menghadapi persaingan di pasar global. Hal tersebut dinyatakan sendiri oleh para pelaku UKM binaan Kemenkop UKM.
Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi mengatakan, UKM sejatinya tidak terlalu khawatir menghadapi persaingan di tingkat internasional. Hanya saja, masyarakat di Indonesia harus mengubah pola pikir untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dibanding produk asing.
"Kalau kita tanya teman-teman (UKM) siap memasuki pasar global. Kita justru dipulangkan, bahwa kita sebagai anak bangsa siap atau tidak untuk mengubah mindset. Kalau enggak produk asing, enggak mau pakai dan sebagainya. Dimulai dari situ dulu," katanya di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Bahkan dia menilai bahwa antusiasme masyarakat dunia terhadap produk UKM asal Indonesia cukup tinggi. Produk UKM Indonesia pada dasarnya telah memegang kepercayaan pembeli potensial (potential buyer) dari berbagai negara.
"Kami juga sudah bantu ekspor ke Jerman, China, Perancis, Senegal, Mexico, Italia, kita fasilitasi itu. Ini sekaligus memberikan gambaran bahwa UKM kita cukup memiliki prospek baik. Tapi memang ada persoalan di kita yaitu soal mindset kita," imbuh dia.
Namun demikian tambahnya, barang yang diproduksi UKM Tanah Air sebagian besar adalah produk handmade. Oleh karena itu, skala ekspornya memang masih belum terlalu besar.
"Antusiasme dari sell buyer berbagai negara terhadap produk UKM kita masih cukup tinggi. Hanya saja produk UKM itu kan sebagian besar handmade, karena itu jangan diukur dari skala ekonomi dalam pengertian sekali ekspor harus sekian miliar dolar," tutupnya.
Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi mengatakan, UKM sejatinya tidak terlalu khawatir menghadapi persaingan di tingkat internasional. Hanya saja, masyarakat di Indonesia harus mengubah pola pikir untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dibanding produk asing.
"Kalau kita tanya teman-teman (UKM) siap memasuki pasar global. Kita justru dipulangkan, bahwa kita sebagai anak bangsa siap atau tidak untuk mengubah mindset. Kalau enggak produk asing, enggak mau pakai dan sebagainya. Dimulai dari situ dulu," katanya di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Bahkan dia menilai bahwa antusiasme masyarakat dunia terhadap produk UKM asal Indonesia cukup tinggi. Produk UKM Indonesia pada dasarnya telah memegang kepercayaan pembeli potensial (potential buyer) dari berbagai negara.
"Kami juga sudah bantu ekspor ke Jerman, China, Perancis, Senegal, Mexico, Italia, kita fasilitasi itu. Ini sekaligus memberikan gambaran bahwa UKM kita cukup memiliki prospek baik. Tapi memang ada persoalan di kita yaitu soal mindset kita," imbuh dia.
Namun demikian tambahnya, barang yang diproduksi UKM Tanah Air sebagian besar adalah produk handmade. Oleh karena itu, skala ekspornya memang masih belum terlalu besar.
"Antusiasme dari sell buyer berbagai negara terhadap produk UKM kita masih cukup tinggi. Hanya saja produk UKM itu kan sebagian besar handmade, karena itu jangan diukur dari skala ekonomi dalam pengertian sekali ekspor harus sekian miliar dolar," tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :