Pangkas Anggaran K/L, Sri Mulyani Tidak Perlu Restu DPR

Kamis, 04 Agustus 2016 - 23:06 WIB
Pangkas Anggaran K/L,...
Pangkas Anggaran K/L, Sri Mulyani Tidak Perlu Restu DPR
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengemukakan, rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memangkas anggaran pemerintah Rp133,8 triliun bisa dilakukan tanpa perlu mengajukan APBN-P 2016 lagi. Artinya, pemerintah tidak perlu mendapat restu DPR untuk melakukan hal tersebut.

Bambang mengatakan, pada intinya pemangkasan anggaran bertujuan untuk menyortir belanja pemerintah yang tidak tereksekusi. "Ini intinya melihat ke belanja yang tidak tereksekusi. Jadi lebih secara alamiah melihat pada anggaran yang tidak terserap saja," katanya di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (4/8/2016).

Menurutnya, pemerintah hanya ingin melihat lebih dini anggaran belanja yang tidak terserap untuk kemudian langsung dipangkas. Karena, setiap tahunnya selalu ada anggaran belanja pemerintah yang tidak terserap.

"Tahun lalu yang tidak terserap 10%. Kita hanya melihat secara awal mana yang tidak terserap langsung di cut. (Kalau yang sudah terkontrak) tetap jalan," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Sri Mulyani memutuskan memangkas anggaran belanja pemerintah dan dana transfer ke daerah sebanyak Rp133,8 triliun pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016. Hal ini lantaran target penerimaan negara dari perpajakan diperkirakan akan meleset hingga Rp219 triliun.

Dia menyebutkan, anggaran belanja pemerintah yang akan dikurangi akibat hal tersebut adalah Rp65 triliun, sementara dana transfer ke daerah dibabat hingga Rp68,8 triliun. Pemangkasan anggaran tersebut terutama ditujukan untuk aktivitas yang dianggap tidak menunjang program prioritas pemerintah.

"Terutama berkaitan perjalanan dinas, kegiatan konsinyering, persiapan dan bahkan termasuk belanja pembangunan gedung pemerintah yang belum dianggap prioritas saat ini," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/8).

Sri Mulyani mengaku akan berkoordinasi dengan para menteri koordinator (menko) dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menyisir belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) agar belanja pemerintah dapat dikurangi, tanpa mengurangi komitmen pemerintah untuk belanja prioritas.

"Tanpa mengurangi komitmen pemerintah untuk belanja prioritas yaitu pembangunan infrastruktur, belanja pendidikan, tunjangan profesi guru, tunjangan belanja kesehatan tetap diprioritaskan sebagai hal yang akan dijaga untuk tidak dilakukan pemotongan. Namun kami akan melakukan penelitian dengan Bappenas dan menko yang lain untuk bisa melihat scope efisiensi yang bisa dikurangi," imbuh dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Buka Lowongan Kerja, Yuks Cek Posisi dan Persyaratannya!
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Masuk 10 Besar, Tim...
Masuk 10 Besar, Tim PPD Kementerian PPN-Bappenas Mulai Nilai Sulsel
Bappenas Minta Tambahan...
Bappenas Minta Tambahan Anggaran Jadi Rp2,10 Triliun Tahun Depan
Berita Terkini
Elnusa Petrofin Akselerasi...
Elnusa Petrofin Akselerasi Transformasi Digital Jasa Logistik Energi
11 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak
21 menit yang lalu
HUT ke-54, Petrokimia...
HUT ke-54, Petrokimia Gresik Fokus Transformasi dan Keberlanjutan
1 jam yang lalu
Pemerintah Bakal Bangun...
Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
1 jam yang lalu
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
6 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved