Rupiah Diramal Masih Tertahan di Level Rp13.100/USD
Jum'at, 05 Agustus 2016 - 08:33 WIB
Rupiah Diramal Masih Tertahan di Level Rp13.100/USD
A
A
A
JAKARTA - Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) secara perlahan diperkirakan akan sulit meninggalkan teritori negatif. Meski laju komoditas seperti minyak dunia dan CPO sudah mulai menunjukkan kekuatan dengan berbalik menguat, namun sentimen ini dinilai belum cukup mampu memberikan dampak positif terhadap rupiah.
"Apalagi dengan dipangkasnya suku bunga Inggris dan adanya program stimulus moneter dari BoE (Bank of England) membuat GBP kian melemah dan USD menguat," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (5/8/2016).
(Baca Juga: Rupiah Berakhir Loyo di Tengah Kejatuhan Poundsterling)
Kini rupiah tengah menguji level support di area Rp13.134/USD. Apabila mampu melewati support tersebut, rupiah akan bergerak di range support Rp13.163/USD serta resisten Rp13.134/USD. Meski begitu Reza mengingatkan tetap harus cermati sentimen yang ada.
Sementara, jelang pertemuan BoE terkait pemangkasan suku bunga serta rilis laporan inflasi kuartalan, USD terlihat mulai melawan EUR dan GBP di mana terlihat menguat terbatas sebesar masing-masing 0,16% dan 0,26%.
Saat ini, suku bunga Inggris sebesar 0,5% dan terindikasi akan adanya pemangkasan menjadi 0,25% sehingga membuka peluang bagi USD untuk melanjutkan penguatan. "Sementara dari dalam negeri, belum adanya sentimen lainnya yang dapat menahan pelemahan rupiah membuat rupiah rentan melemah lebih lanjut," pungkasnya.
"Apalagi dengan dipangkasnya suku bunga Inggris dan adanya program stimulus moneter dari BoE (Bank of England) membuat GBP kian melemah dan USD menguat," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (5/8/2016).
(Baca Juga: Rupiah Berakhir Loyo di Tengah Kejatuhan Poundsterling)
Kini rupiah tengah menguji level support di area Rp13.134/USD. Apabila mampu melewati support tersebut, rupiah akan bergerak di range support Rp13.163/USD serta resisten Rp13.134/USD. Meski begitu Reza mengingatkan tetap harus cermati sentimen yang ada.
Sementara, jelang pertemuan BoE terkait pemangkasan suku bunga serta rilis laporan inflasi kuartalan, USD terlihat mulai melawan EUR dan GBP di mana terlihat menguat terbatas sebesar masing-masing 0,16% dan 0,26%.
Saat ini, suku bunga Inggris sebesar 0,5% dan terindikasi akan adanya pemangkasan menjadi 0,25% sehingga membuka peluang bagi USD untuk melanjutkan penguatan. "Sementara dari dalam negeri, belum adanya sentimen lainnya yang dapat menahan pelemahan rupiah membuat rupiah rentan melemah lebih lanjut," pungkasnya.
(akr)