Makro Ekonomi Kuat, BI Beri Sinyal Pelonggaran Kebijakan Moneter

Selasa, 09 Agustus 2016 - 03:09 WIB
Makro Ekonomi Kuat,...
Makro Ekonomi Kuat, BI Beri Sinyal Pelonggaran Kebijakan Moneter
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memandang, saat ini berbagai indikator makro ekonomi sudah mendukung untuk dilakukannya kembali pelonggaran kebijakan moneter. Namun, BI masih menunggu waktu kapan perlu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Masalah waktu itu akan sangat ditentukan dua hal di antaranya kondisi pasar apakah Juni-Juli tepat dibanding November-Desember, dan keyakinan forcast kita kayak inflasi kan rendah tapi ada beberapa risiko,"papar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta.

(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2016 Capai 5,18%)

Menurutnya potensi risiko itu masih dipengaruhi faktor eksternal seperti masih adanya ketidakpastian ekonomi global, dari kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (Fed rate), The Fed, dan dampak keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Disamping itu, BI juga mencatat bahwa perbankan Indonesia masih cukup kuat dengan kecukupan modal sebesar 22% Meski kredit bermasalah masih mengalami peningkatan, dimana saat ini berada di angka 3,1%. "Tapi kami paham bahwa pertumbuhan kredit tercatat di bawah 10% dengan kenaikan NPL sampai 3,1%," ungkapnya.

Meski demikian, imbuh Perry, likuiditas masih akan tetap terjaga terjaga apabila Pemrintah sudah mengumumkan potongan belanja Rp133 triliun.

"Jadi kalau belanja negara diturunkan walaupun penerimaan pajak tidak tercapai seperti yang direncanakan, maka tidak perlu dikeluarkan surat utang untuk tutupi itu. Karena itu akan buat likuiditas di perbankan terjaga. Tapi BI akan terus dipasar untuk jaga likuiditas di Indonesia," ucap dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan Dinilai Tepat,...
Kebijakan Dinilai Tepat, Ekonomi RI Optimistis Tumbuh 5,3%
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Menjaga Pertumbuhan...
Menjaga Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Pandemi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
BI Optimistis Ekonomi...
BI Optimistis Ekonomi Indonesia Capai 5,5% di 2024
Berita Terkini
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
48 menit yang lalu
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
1 jam yang lalu
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
2 jam yang lalu
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
6 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
6 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved