Kebijakan Pro Growth, Strategi BI Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Selasa, 10 Desember 2024 - 07:00 WIB
loading...
Kebijakan Pro Growth,...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan).
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 pada kisaran 4,8-5,6%, dan 4,9-5,7% pada 2026. Selain ditopang oleh konsumsi, investasi, hingga ekspor, pertumbuhan ini juga diperkuat dengan kebijakan pro growth untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Inflasi juga akan tetap terkendali dalam rentang 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2025 dan 2026. Inflasi yang terkendali didukung konsistensi kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP),” tutur Gubernur BI Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2024, di Komplek Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Dengan sinergi ekonomi Indonesia pada 2025 dan 2026 akan menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Sinergitas ini tercermin dalam tema pertemuan PTBI 2024 yaitu “Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Nasional”, yang menunjukkan kesadaran pentingnya stabilitas dalam mendorong transformasi.

Sinergi kebijakan perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks ke depan, dan mempercepat transformasi ekonomi nasional agar perekonomian tumbuh lebih kuat.

Selain dengan instrumen kebijakan moneter, BI juga menekankan empat kebijakan lainnya dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional (pro-growth), diantaranya kebijakan Makroprudensial, Kebijakan Sistem Pembayaran, Kebijakan Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau, serta Pendalaman Pasar Keuangan. Kebijakan ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan

Kebijakan Makroprudensial
Gubernur BI mengatakan kebijakan makroprudensial longgar akan dipertahankan pada 2025 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan tetap turut menjaga stabilitas sistem keuangan. Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dikeluarkan untuk mendorong kredit atau pembiayaan yang diarahkan ke sektor-sektor prioritas pencipta lapangan kerja.

“Jumlah insentif likuiditas untuk sektor tersebut akan naik dari Rp259 triliun pada 2024 menjadi Rp283 triliun mulai Januari 2025. Ada 102 bank penerima insentif ini yang akan mendapatkan KLM di atas tiga persen dari Dana Pihak Ketiga (DPK), yang dapat menambah kapasitas pembiayaan mereka,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Rekomendasi
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Berita Terkini
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved