Rupiah Diperkirakan Terkoreksi
Rabu, 10 Agustus 2016 - 09:06 WIB
Rupiah Diperkirakan Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Rupiah cenderung bergerak sideways pada perdagangan kemarin meski sejumlah mata uang mulai bangkit terhadap laju USD. Namun masih belum adanya sentimen khusus yang mampu menopang laju rupiah membuat pelaku pasar masih wait and see. Sehingga menyebabkan laju rupiah cenderung konsolidasi.
"Pola yang sama, kami nilai masih akan dapat terjadi di tengah minimnya sentimen," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Reza memprediksi rupiah akan berada di kisaran support Rp13.162/USD serta resisten Rp13.108/USD dan tetap cermati sentimen yang ada.
Sementara, pasca mengalami penguatan, laju USD cenderung bergerak flat pada perdagangan semalam meski rilis data ketenagakerjaan AS berada di atas ekspektasi.
Keadaan itu gagal membuat USD bertahan di zona hijaunya. Di pasar Asia, Neraca Perdagangan China mencatatkan surplus menjadi USD52,3 miliar atau berada di atas ekspektasi.
"Keadaan tersebut dimanfaatkan para pelaku pasar untuk masuk ke yuan. Sehingga, membuat laju USD cenderung tertekan. Penguatan pada rupiah terbatas seiring dengan antisipasi pelaku pasar terhadap rilis penjualan ritel yang diperkirakan tumbuh melambat," pungkasnya.
"Pola yang sama, kami nilai masih akan dapat terjadi di tengah minimnya sentimen," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (10/8/2016).
Reza memprediksi rupiah akan berada di kisaran support Rp13.162/USD serta resisten Rp13.108/USD dan tetap cermati sentimen yang ada.
Sementara, pasca mengalami penguatan, laju USD cenderung bergerak flat pada perdagangan semalam meski rilis data ketenagakerjaan AS berada di atas ekspektasi.
Keadaan itu gagal membuat USD bertahan di zona hijaunya. Di pasar Asia, Neraca Perdagangan China mencatatkan surplus menjadi USD52,3 miliar atau berada di atas ekspektasi.
"Keadaan tersebut dimanfaatkan para pelaku pasar untuk masuk ke yuan. Sehingga, membuat laju USD cenderung tertekan. Penguatan pada rupiah terbatas seiring dengan antisipasi pelaku pasar terhadap rilis penjualan ritel yang diperkirakan tumbuh melambat," pungkasnya.
(ven)